Selain SEA Games, Taekwondo Incar Tampil di Olimpiade 2020
TEMPO.CO | 29/05/2019 08:27
Defia Rosmaniar meluapkan kegembiraan seusai meraih medali emas dalam cabang Taekwondo Poomsae tunggal putri Asian Games 2018 di Jakarta, Ahad, 19 Agustus  2018. TEMPO/Amston Probel
Defia Rosmaniar meluapkan kegembiraan seusai meraih medali emas dalam cabang Taekwondo Poomsae tunggal putri Asian Games 2018 di Jakarta, Ahad, 19 Agustus 2018. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) sudah menyiapkan target bagi para atletnya. Ketua Umum PBTI Thamrin Marzuki mengatakan ada dua ajang besar yang jadi incaran utama pengurus baru, yakni SEA Games 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020.

Thamrin yang baru dilantik sebagai ketua umum periode 2019-2023 menyatakan taekwondo ingin mendulang medali emas lebih banyak lagi pada SEA Games akhir tahun nanti. Bila di dua ajang sebelumnya kontingen taekwondo hanya membawa pulang dua emas, kali ini Thamrin berharap para atlet bisa merebut empat emas. "Alhamdulillah selalu tercapai target di SEA Games," kata dia di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.

Thamrin menyatakan SEA Games akan menjadi target antara bagi para atlet. PBTI berencana menurunkan atlet lapis kedua untuk tampil di ajang olahraga dua tahunan se-Asia Tenggara itu.

Ia berharap dengan memberi kesempatan atlet muda proses regenerasi bisa terus berjalan. "Atlet lapis kedua memang akan kami tonjolkan dan diharapkan ikut banyak event," tutur Thamrin.

Keberhasilan taekwondo memenuhi target satu medali emas di Asian Games 2018 mendorong pengurus mulai menatap Olimpiade. Thamrin menyatakan Olimpiade merupakan misi jangka panjang pengurus. Ia belum bisa mematok target di Olimpiade nanti. Pasalnya para atlet harus mengikuti sejumlah kejuaraan lain lebih dulu.

Ia berharap atlet binaan PBTI bisa mengikuti sejumlah turnamen sebagai upaya persiapan mengincar jatah ke Olimpiade 2020. Sejauh ini PBTI hanya mendapat jatah sekali mengikuti uji coba bagi para atletnya. "Kami berupaya minta bantuan ke pemerintah minimal mengikuti lima single event (turnamen) dan dua multievent," kata Thamrin.

ADITYA BUDIMAN


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT