Panjat Tebing: 10 Atlet Perebutkan Tiket Olimpiade Tokyo 2020
TEMPO.CO | 20/05/2019 06:00
Atlet panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu mengulur tali pengaman pada babak kualifikasi speed putri di Arena Panjat Tebing Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis, 23 Agustus 2018. ANTARA/INASGOC/Hendra Nurdiyansyah
Atlet panjat tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu mengulur tali pengaman pada babak kualifikasi speed putri di Arena Panjat Tebing Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis, 23 Agustus 2018. ANTARA/INASGOC/Hendra Nurdiyansyah

TEMPO.CO, Yogyakarta - Jajaran tim pelatih dan manajemen Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah menentukan 10 atlet yang akan memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. 

Penentuan para atlet itu dilakukan setelah melalui tahap pemusatan latihan sejak awal Februari dan melakoni beberapa laga di luar negeri. 

Untuk atlet putra telah terpilih lima atlet yang akan mewakili Indonesia. Mereka yakni Alfian M Fajri dari Jawa Tengah, Aspar Jaelolo dari DKI Jakarta, Fathur Roji dari Jatim, Rivaldi Ode R dari Bali, dan Sabri dari Kalimantan Utara.

Sedangkan, untuk putri akan diperkuat Aries Susanti Rahayu dari Jawa Tengah, Nurul Iqamah dari NTB, Fitria Hartani dari Jawa Timur, Salsabila dari Jawa Barat, dan Choirul Umi dari Jawa Timur.

Selama berlatih, para atlet ini akan didukung dua atlet sebagai mitra latihan yakni Jamal Alhadad dari Kalimantan Timur dan Rahmayuna Fadillah dari Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Ada pula atlet yang terdegradasi yakni Temi Teli Lasa dari Bali dan mengundurkan diri yakni Agustina Sari dari Jawa Tengah. Kkarena itu, dipilihlah atlet berbakat dengan kriteria yang sudah ditetapkan dan terukur misalnya catatan prestasi dan peringkat nasional.

Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia Pristiawan Buntoro mengatakan 10 atlet tersebut terpilih berdasarkan berjalannya pelatnas sejak Februari dan uji coba di empat seri kejuaraan dunia di Swiss, Rusia, dan Cina.

“Pelatnas ini konsentrasinya untuk prakualifikasi Olimpiade. Laga di luar negeri kemarin untuk mengukur kemampuan para atlet setelah berlatih keras di pelatnas,” ujarnya Minggu 19 Mei 2019.

Tim panjat tebing telah kembali ke Indonesia dan langsung disambung latihan yang lebih intensif. Fokus tim panjat tebing dalam berlatih adalah mempertahankan keunggulan di nomor kecepatan, sembari memperkuat nomor lead dan boulder lantaran Olimpiade Tokyo mempertandingkan nomor kombinasi.

Tiga kejuaraan penentu lolos atau tidaknya telah menghadang di depan mata yakni seleksi di World Championship pada Agustus 2019, prakualifikasi Olimpade pada November, dan satu kejuaraan lagi pada Mei 2020. “Untuk Agustus nanti kami bisa mengirimkan lima atlet putra dan putri untuk ikut event," ujarnya.

Sedangkan untuk kejuaraan tunggal pada November 2019 ada syarat khusus yakni hanya atlet yang masuk peringkat 20 dunia di kategori kecepatan, atau lead, atau boulder yang berhak ikut seleksi. 

Berdasarkan peringkat dunia, di nomor kecepatan putra dan putri Indonesia telah mengamankan masing-masing tiga dan dua atlet.

Di kategori putra atlet yang masuk peringkat 20 besar dunia yakni Alfian M Fajri di peringkat lima, Aspar Jaelolo peringkat ketujuh, dan Fathur Roji peringkat sembilan. Di nomor putri Aries Susanti Rahayu bertengger di peringkat empat dunia dan Nurul Iqamah di peringkat 20.

PRIBADI WICAKSONO

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT