Operator Masih Berutang Saat Liga 1 Mau Bergulir, PT LIB: Wajar
TEMPO.CO | 11/05/2019 04:26
Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sam Bera (baju putih) menyerahkan rekomendasi bergulir kompetisi Liga 1 Indonesia kepada Direktur PT Liga Indonesia Baru Dirk Soplanit di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Jumat, 10 Mei 201
Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sam Bera (baju putih) menyerahkan rekomendasi bergulir kompetisi Liga 1 Indonesia kepada Direktur PT Liga Indonesia Baru Dirk Soplanit di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. Foto TEMPO/Aditya Budiman.

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Interim PT Liga Indonesia Baru (LIB) Dirk Soplanit mengaku tidak merisaukan utang yang masih tersisa kepada klub, meskipun kick off Liga 1 musim 2019 akan digulirkan 15 Mei mendatang.

"Kalau kita bicara soal utang piutang dalam korporasi seperti PT LIB adalah hal yang biasa, saya rasa wajar," kata Dirk Soplanit di Media Center Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Jumat.

Dirk Soplanit mengaku jika masih ada utang yang belum dibayarkan oleh PT LIB sebagai operator, namun tidak terkait langsung dengan Liga 1.

"Nilai utang Liga 1 sudah tidak ada, namun utang kepada Pro Academy U-19. Itu yang harus diselesaikan," ujar Dirk Soplanit.

Menurut Dirk Soplanit, utang piutang dianggap wajar karena utang tersebut akan dikelola setelah PT LIB mendapatkan pemasukan dari sponsor-sponsor yang terlibat dalam liga ini.

Dirk Soplanit tidak dapat menjelaskan secara tepat tanggal pelunasan utang tersebut.

Ia menjelaskan bahwa PT LIB akan mengikuti program bisnis yang sudah dibentuk untuk para pemegang saham dan pemilik klub.

"Revenue yang didapat dari sponsor kita atur, nanti kita atur untuk biaya mengelola LIB dan kewajiban-kewajiban yang tertunda dari tahun lalu," tutur Dirk Soplanit.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT