Scroll Untuk Melanjutkan

Piala Dunia U-20 Dibatalkan, Perajin Suvenir di Solo Menelan Pil Pahit

JoglosemarNews.com
2023-03-31 14:32:03
UMKM
Iklan

Batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 memberi dampak ke pelaku UMKM. Salah satunya perajin di Solo.

Iklan

JOGLOSEMARNEWS.COM – Pembatalan Piala Dunia U-20 2023 di Solo menjadi pil pahit bagi dunia usaha dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Perajin souvenir yang biasa menangguk untung dari event jelas merasakan dampaknya, sebagaimana yang dialami oleh Margono (45 tahun).

Perajin  souvenir dari wayang kulit asal Kecamatan Jebres, Solo ini harus gigit jari. Ia harus merasakan kekecewaan setelah mendapatkan kabar Indonesia batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pasalnya, dirinya sudah mengirimkan 8 macam sampel souvenir pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Solo untuk dikurasi. Ditemui di rumah produksinya bernama Sanggar Wayang Gogon yang beralamatkan di Jalan Halilintar no.140 RT 03/ RW 10 Kentingan, Kecamatan Jebres, Solo, Margono pun berkisah.

Ia berkisah awal mula ngobrol dengan sekretaris dinas koperasi. Kemudian dimintai membuat contoh atau sampel souvenir untuk Piala Dunia U-20.

“Saya sebenarnya hanya diberi mandat untuk buat desainnya saja lewat komputer. Karena desain dari komputer saya kurang paham, saya hanya bisa membuat sampel produk jadi,” ungkapnya  Jumat (31/3/2023).

Dari permintaan itulah Margono kemudian membuat desain. Hingga membuat produk jadi hanya dalam waktu seminggu.

Delapan  produk sampel souvenir yang terinspirasi dari logo FIFA berupa hiasan meja berbentuk kerbau yang dimodifikasi jadi wayang tersebut dibuatnya dengan logo Pemerintah Kota Surakarta dan logo FIFA yang dicantumkan sesuai permintaan dinas.

“Saya buat sedemikian rupa packaging sama boxnya kita sudah fix. Terus kita serahkan ke dinas. Dari dinas proses akan dilanjutkan ke pemerintah kota dan persetujuan dari FIFA. Dari perjalanan itu barulah ada berita pembatalan itu,” jelasnya.

Meski mengaku kecewa, Margono berusaha lapang dada dengan kenyataan yang ada. Dirinya menyebut biaya untuk membuat sampelpun tak seberapa hanya berkisar Rp 1 juta saja.

“Ini baru tahap pembuatan sampel ada 8 sampel yang saya ajukan. Ada yang bentuk wayang, badak modifikasi wayang, ada yang dari bahan kayu ada yang bahan kulit. Saya modifikasi ada yang figura kaca, ada yang hiasan meja, hiasan dinding dari berbagai bentuk. Harapan kami mana yang dipilih baru kita laksanakan,” paparnya.

Kini dirinya hanya dapat berharap ada agenda lain tingkat Internasional di Kota Solo. 


Link Back URL Partner Piala Dunia U-20 Dibatalkan, Perajin Suvenir di Solo Menelan Pil Pahit

Iklan


Berita Menarik Lainnya