Scroll Untuk Melanjutkan

Pasca Kasus Pembacokan Pelajar, Wali Kota Sukabumi Kumpulkan Kepala Sekolah

SukabumiUpdate.com
2023-03-27 13:23:20
Pasca Kasus Pembacokan Pelajar, Wali Kota Sukabumi Kumpulkan Kepala Sekolah
Iklan

Wali Kota Sukabumi menyebut saat ini setidaknya ada 6 poin yang harus dilakukan sekolah untuk mengantisipasi terulangnya kasus kekerasan pelajar.

Iklan

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Achmad Fahmi mengumpulkan semua kepala sekolah SMP dan SD di Kota Sukabumi pasca aksi kekerasan antarpelajar yang menimbulkan korban jiwa. Achmad Fahmi juga menyoroti fenomena perang sarung yang dilakukan anak-anak saat Ramadan 2023 yang berpotensi memicu aksi-akhir kekerasan lainnya.

Seluruh kepala sekolah SD dan SMP ini dikumpulkan di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Senin (27/3/2023). Turut hadir dalam rakor dengan tema upaya pencegahan kekerasan di kalangan pelajar, antara lain Kasat Binmas Polres Sukabumi Kota, AKP Enita Dwi Cahyawati, Kepala Disdikbud M Hasan Asyari, serta guru pembina siswa serta guru agama Islam.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Belakangan ini kita mendapatkan informasi kurang menyenangkan terkait kekerasan pelajar dan tentunya harus segera diantisipasi, ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi,” dilansir dari portal kdp sukabumikota.

Tak hanya itu, ia mengatakan fenomena perang sarung saat Ramadan 2023 juga harus diantisipasi karena menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia mengajak semua pihak bersama-sama melakukan antisipasi dan pembinaan secara terus menerus, khususnya para pemangku kepentingan di dunia pendidikan.

Wali Kota Sukabumi menyebut ada dua delinkuensi atau kenakalan di kalangan anak dan pelajar. Pertama, situasional di mana anak melakukan kenakalan pelajar karena harus melakukannya. Kedua, sistemik, di mana anak tergabung dalam komunitas yang memang yang mengarahkan ke kekerasan, ”Ini harus dicegah," kata dia.

Fahmi juga menyoroti beberapa kasus kenakalan pelajar, terbaru bahkan ada siaran langsung tawuran atau live di media sosial. Oleh karenanya, "para pembina siswa dan guru minta tolong mari sama-sama lakukan antisipasi, meskipun yakin sudah dilakukan guru mari perkuat lagi," jelasnya.

Achmad Fahmi menyebut saat ini setidaknya ada 6 poin yang secepatnya harus dilakukan kalangan guru dan pembina pendidikan di lingkungan sekolah untuk mengantisipasi terulangnya kasus-kasus kenakalan pelajar. Pertama, memperkuat kegiatan keagamaan di lembaga pendidikan. Kedua kolaborasi kepala sekolah dan orangtua siswa. Ketiga komunikasi antara guru dan siswa.

Keempat memastikan keamanan lingkungan sekitar sekolah. Kelima pembina siswa wali kelas wajib pantau medsos anak didiknya. Keenam aktivasi forum komite sekolah sebagai wadah perwakilan orangtua siswa.

"Mari lakukan penguatan dan kolaborasi mari tata anak didik. Kita bisa melakukan tuntas ikhlas maka pendidikan akan tumbuh dan berkembang,"   tegas Fahmi.  

Link Back URL Partner Pasca Kasus Pembacokan Pelajar, Wali Kota Sukabumi Kumpulkan Kepala Sekolah

Iklan
#


Berita Menarik Lainnya