Alih Fungsi Lahan: Pasbar Kehilangan 47 Ribu Ha Hutan Sejak 1996, Kini Didominasi Sawit

LANGGAM.ID
2023-01-23 17:24:00
Puluhan hektare lahan kawasan Hutan Produksi di Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah rusak akibat-penguasaan lahan dan pembukaan perkebunan sawit-hutan rusak-foto save our Borneo-betahita

Terjadi alih fungsi lahan yang signifikan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Utamanya pada penggunaan lahan untuk hutan dan perkebunan kelapa sawit.

Langgam.id - Terjadi perubahan penggunaan atau alih fungsi lahan yang signifikan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Utamanya pada penggunaan lahan untuk hutan dan perkebunan kelapa sawit. Dalam rentang waktu 1996-2021, penggunaan lahan untuk perkebunan sawit di Pasaman Barat mengalami peningkatan signifikan.

Hal ini diketahui berdasarkan jurnal, "Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Hutan dan Kelapa Sawit Terhadap Penyerapan Co2 di Kabupaten Pasaman Barat" (2022). Penelitian tersebut terbit melalui Jurnal Pembangunan Nagari Vol. 7, No. 2, Badan Penelitan dan Pengambangan Sumatra Barat pada 31 Desember 2022.

Secara umum penggunaan lahan di Kabupaten Pasaman Barat saat ini didominasi oleh perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan hasil interpretasi peta citra satelit tahun 2021 oleh tim peneliti dari Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang, luas lahan perkebunan kelapa sawit saat ini sebesar 192.745,71 hektare (Ha). Atau 51,01 persen dari total lahan di Pasaman Barat.

Pada 1996, luas perkebunan kelapa sawit tercatat seluas 87.629,85 Ha (23,20 persen). Selama tahun 1996 – 2021, terjadi peningkatan sebesar 105.115,8 Ha penggunaan lahan untuk sawit. Itu berarti, terjadi peningkatan pesat sebanyak 27,8 persen peruntukkan lahan untuk sawit di Pasbar. Sedangkan pada rentang waktu tersebut, lahan hutan mengalami penurunan sebesar 47.396,39 Ha.

Pada tahun 1996 jumlah luasan hutan berjumlah 163.354,00 Ha (43,23 persen), di tahun 2021 menjadi 115.957,60 Ha (30,70 persen). Ini menunjukkan hutan mengalami penurunan seluas 47.396,39 Ha. Artinya, Pasaman Barat kehilangan 12,54 persen hutannya pada rentang waktu tersebut.

Selain itu, sawah mengalami penurunan seluas 47.483,18 Ha, dari 80.493,03 Ha pada tahun 1996 menjadi 33.009.84 Ha pada tahun 2021. Lahan terbuka juga mengalami penurunan seluas 43.194,32 Ha dari 43.533,81 Ha pada tahun 1996 menjadi 339,48 pada tahun 2021.

Sementara lahan terbangun mengalami peningkatan selama dua puluh lima tahun terakhir. Pada tahun 1996 luas lahan terbangun tercatat seluas 1.035,99 ha, meningkat seluas 32.137,57 ha menjadi 33.009,84 pada tahun 2021. Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa penggunaan lahan perkebunan merupakan jenis penggunaan lahan terbesar di Kabupaten Pasaman Barat.

Heny Mariati, salah seorang tim peneliti mengatakan kepada Langgam.id, hal ini disebabkan karena perkebunan kelapa sawit merupakan komoditas yang berkembang paling pesat semenjak tahun 1995. "Peningkatan tajam luas perkebunan kelapa sawit terjadi pada periode 1995-1998 dan periode 2007-2010 terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera," katanya mengutip (Rochmayanto et. al., 2010) dari jurnal.

Ia menilai alih fungsi lahan pada dasarnya merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat serta bertambahnya tuntutan kebutuhan masyarakat akan lahan menjadi faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan.

"Selain itu, faktor eksternal berupa kebutuhan industri dan ekspor beberapa komoditas perkebunan seperti minyak kelapa sawit ikut mendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan atau alih fungsi lahan," kata Heny.

LANGGAM.ID 


Berita Menarik Lainnya


Berita Terkait