Remaja Tewas Tertabrak Truk Demi Konten, Sopir Jadi Tersangka

SukabumiUpdate.com
2023-01-12 15:43:39
Tabrakan Tronton dan Truk di Cibolang Sukabumi, Tiga Orang luka-luka

Polisi menetapkan sopir truk sebagai tersangka karena tidak melaporkan kejadian tabrakan ke kepolisian. Remaja yang tertabrak karena ingin membuat konten langsung dimakamkan usai kejadian.

SUKABUMIUPDATE.com - Polresta Bogor Kota menetapkan remaja yang tewas akibat menyetop truk demi konten di media sosial saat melintas di Jalan Sholeh Iskandar yang viral, sebagai korban tabrak lari.

Korban tewas akibat sopir inisial AR (38 tahun) dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya pada Kamis malam, 5 Januari 2023, sehingga kini ditetapkan sebagai tersangka. "Sudah tersangka," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan pada Rabu malam, 11 Januari 2023.

Bismo menyampaikan sopir berikut barang bukti berupa truk telah diamankan Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Bogor Kota.

Menurut laporan Satlantas Polresta Bogor Kota, benar ada lebih dari dua orang pada saat kejadian atau Kamis malam, 5 Januari 2023 di Jalan Sholeh Iskandar sedang memberhentikan truk. Mereka melakukan hal itu untuk sebuah konten, yang biasa disebut sebagai Rojali.

Saat menghentikan truk, seorang remaja berusia 20 tahun tewas di tempat akibat tertabrak truk yang dihentikannya. Truk tersebut kabur hingga kemudian berhasil ditangkap tiga hari kemudian.

Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria menerangkan setelah mendapatkan laporan, petugas Satlantas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mencari informasi baik melalui saksi maupun beberapa video.

"Malam itu juga kami terus menggali informasi dan mengejar sopir truk tersebut, selama tiga hari pencarian akhirnya ditemukan, sopir truk (AR, 38 tahun) berikut dengan kendaraan truk tersebut. Saat malam itu, truk mengangkut seplit atau batu pasir, untuk muatan tidak melebihi kapasitas," kata Galih.

Pada Selasa, 10 Januari 2023, petugas telah melakukan pendalaman dan meminta keterangan dari sang sopir, apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dengan disadari atau tanpa disadari. "Kami akan melihat dari beberapa sudut pandang keterangan, maupun hasil olah TKP, kemarin malam juga kami akan lakukan tes urine terhadap sopir truk tersebut," ujar Galih.

Kompol Galih menyampaikan hasil gelar perkara kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada Rabu, 11 Januari 2023, kepolisian memutuskan AR sebagai tersangka dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai Pasal 312 UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009.

Hal itu karena AR terbukti dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada polisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun.

Dalam keterangannya kepada petugas, kata Galih, sopir truk sempat melanjutkan pekerjaannya, dan selama dua hari bersembunyi di rumahnya.

SUKABUMIUPDATE.COM


Berita Menarik Lainnya


Berita Terkait