Pelabuhan Bakauheni Hapus Layanan Tiket Melalui Loket

TerasLampung.com
2022-12-27 07:53:00
Pelabuhan Bakauheni

Calon penumpang di Pelabuhan Bakauheni kini harus membeli tiket penyeberangan melalui kios-kios yang sudah disediakan oleh PT ASDP.

TERASLAMPUNG.COM — PT ASDP kini memberlakukan sistem tiket di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dengan mengadaptasi konsep bandara. Pelabuhan kini tidak lagi melayani penjualan tiket di loket pelabuhan (on the spot).

Tujuannya ialah untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan di jalur penyeberangan Bakauheni - Merak ini. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Suharto, mengatakan dengan sistem baru ini calon penumpang bisa memesan tiket melalui aplikasi Ferizy.

Dengan demikian, calon penumpang bisa memesan tiket jauh-jauh hari atau minimal H-1 sebelum keberangkatan. "Hal ini untuk menghindari antrean, sehingga perjalanan lebih terjamin, aman, dan nyaman. Selain itu, untuk memastikan ketersediaan tiket dan memperlancar pelayanan di pelabuhan,” kata Suharto kepada Teraslampung.com, Senin, 26 Desember 2022.

Suharto menyatakan penumpang wajib beli tiket secara mandiri via Ferizy di gerai resmi ASDP. Gerai resmi tersebut ialah Indomaret, Alfamart, BRILink, dan Agen Finpay (Delima Point). "Karena di pelabuhan tidak ada penjualan tiket on the spot (di tempat),” ujarnya.

Selain tidak ada lagi penjualan tiket di loket, konsep baru di Pelabuhan Bakauheni lainnya ialah adanya garbarata di dermaga eksekutif yang digunakan penguna jasa penyeberangan saat akan naik dan turun dari kapal. Garbarata (boarding bridge/aviobridge) merupakan jembatan berdinding dan beratap seperti lorong yang menghubungkan pintu kapal dengan pintu ke dermaga eksekutif.

Suharto mengatakan, konsep ticketing on the spot tersebut, mengadaptasi sistem ticketing layaknya seperti di bandara dan stasiun kereta api. “Di industri transportasi ini, ada manifies penumpang. Jadi penumpang saat akan menyeberang, harus mengisi data diri secara lengkap dan jelas,”kata dia.

Menurut dia, jalur penyeberangan sebagai moda transportasi pelayaran ada kesamaan dengan moda transportasi lain. Dengan demikian, tidak ada lagi penjualan tiket on the spot di pelabuhan.

“Sistem ticketing tersebut, seperti di bandara. Penumpang bisa masuk dan melakukan penyeberangan jika sudah membeli tiket dan melakukan manifes,” kata dia.

Manifes ini, kata Suharto, merupakan hal yang penting karena untuk memastikan orang atau barang yang dibawa sudah sesuai. Manifes digunakan untuk melakukan cek jika di tengah perjalanan terjadi sesuatu seperti kecelakaan. Manifes juga penting karena terkait dengan hak asuransi penumpang dan memperlancar proses perjalanan.

“Manifes merupakan dokumen berisi keterangan daftar penumpang kapal, kargo, kendaraan dan awak kapal yang terdaftar dan sudah berada di dalam transportasi kapal siap diangkut menuju tempat tujuan,”tuturnya.

Suharto mengatakan penumpang yang telah membeli tiket agar dapat mengatur waktu di hari H (keberangkatan) agar tidak terlambat dan melakukan check in dua jam sebelum jadwal keberangkatan kapal.

Pada saat angkutan mudik Idul Fitri 1443 H/2022, penumpang yang akan melakukan penyeberangan didapati masih banyak membeli tiket on the spot di pelabuhan. Pihak ASDP Cabang Bakauheni masih memberikan toleransi, meski saat itu sudah diberlakuan pembelian tiket secara online (Ferizy) dan melakukan manifes.

“Masa mudik Idul Fitri kemarin merupakan transisi dan masih diberikan toleransi. Kami melihat, sebagian besar masyarakat tidak pulang mudik lebaran selama dua tahun terakhir karena kondisi pandemi Covid-19. Ke depan, tidak ada lagi penjualan tiket on the spot di pelabuhan,” kata dia.

TERASLAMPUNG.COM


Berita Menarik Lainnya


Berita Terkait