Okupansi Hotel di Sukabumi Jelang Libur Nataru Turun Akibat Isu Tsunami

SukabumiUpdate.com
2022-12-24 14:02:56
Ilustrasi hotel

PHRI Kabupaten Sukabumi melaporkan keterisian kamar hotel menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) mengalami tren penurunan. Penyebabnya ada isu tsunami.

SUKABUMIUPDATE.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sukabumi melaporkan keterisian kamar atau okupansi hotel menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) mengalami tren penurunan. Isu bencana alam dan isu tsunami dikabarkan menjadi penyebabnya.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Kabupaten Sukabumi, Yudha Suryadharma, berdasarkan survei yang dia lakukan ke beberapa hotel.

"Saya kemarin melakukan survei, khususnya ke hotel besar. Hotel besar di sini SBH (Samudera Beach Hotel). Okupansi rate sedikit menurun menjelang Nataru ini karena memang isu tsunami yang masih beredar. Butuh peran serta dari kita untuk menangkal isu-isu seperti itu," ujar Yudha kepada awak media selepas pelantikan dirinya menjadi Ketua BPC PHRI periode 2022-2027 di Karang Naya Hall Puri Surya Rawakalong, Jumat malam, 23 Desember 2022.

Kondisi ini juga, lanjut dia, dipengaruhi adanya bencana alam yang belakangan ini terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi. "Jadi bicara okupansi hari ini dibandingkan Nataru tahun sebelumnya jauh, turun, karena bencana alam juga menjadi impact terhadap okupansi itu sendiri," tutur Yudha.

Meski demikian, menurut Yudha, ada harapan baru yang diprediksi bakal membuat ramai kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi. Harapan ini seiring dibukanya Tol Bocimi Seksi 2 Cigombong-Cibadak secara fungsional pada Jumat, 23 Desember 2022. Tol Bocimi Seksi 2 memiliki pintu tol di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

"Saya dengar info sudah dibuka interchange atau exit tol di Parungkuda. Nah, besar harapan ini dapat meningkatkan animo masyarakat ke Pelabuhan Ratu, tidak usah bermacet-macet lagi. Insyaallah dengan dibukanya exit tol ini akan lebih mudah, jarak tempuh lebih sedikit, efisiensi waktu juga. Saya optimistis dibukanya interchange di Parungkuda itu,” tutur dia.

Yudha menyatakan kendati ada prediksi penurunan keterisian hotel selama liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, tapi menjelang malam tahun baru minimal ada kenaikan okupansi. Menjelang libur Nataru 2022, Yudha memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi untuk menyebar imbauan soal kehati-hatian saat berwisata ke pantai.

"Mereka juga sudah bersurat kepada kami untuk mengimbau para pengunjung yang nanti akan berkunjung ke Palabuhanratu khususnya ke wilayah pantai, harus lebih berhati-hati," ujar Yudha.

SUKABUMIUPDATE.com


Link Back URL Partner Okupansi Hotel di Sukabumi Jelang Libur Nataru Turun Akibat Isu Tsunami



Berita Menarik Lainnya