Kerupuk Pipih Terancam Punah karena Ikan Pipih Termasuk Hewan Dilindungi

BORNEONEWS.CO.ID
2022-10-14 13:08:48
penjemuran kerupuk ikan pipih-foto diskan kab kutai barat

Kalimantan Tengah, terutama di wilayah Kabupaten Seruyan terkenal dengan pengolahan kerupuk pipih. Namunsaat ini kerupuk pipih terancam punah. Hal tersebut terjadi karena ikan pipih yang menjadi bahan utama dalam pembuatan cemilan tersebut menjadi salah satu hewan yang dilindungi.

BORNEONEWS, Sampit - Saat ini di Kalimantan Tengah, terutama di wilayah Kabupaten Seruyan terkenal dengan pengolahan kerupuk pipih. Bahkan cemilan tambahan saat makan dan santai tersebut menjadi primadona di kalangan masyarakat. 

Krupuk pipih juga sering dijadikan masyarakat luar daerah sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat di kampung halamannya. 

Namun saat ini kerupuk pipih terancam punah. Hal tersebut terjadi karena ikan pipih yang menjadi bahan utama dalam pembuatan cemilan tersebut menjadi salah satu hewan yang dilindungi. 

"Ikan pipih masuk dalam kategori ikan dilindungi. Dan sudah sangat sulit didapatkan di perairan Kalimantan Tengah (Kalteng)," ujar Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah, Kamis 13 Oktober 2022. 

Dia menyebut munculnya aturan tersebut terbilang baru. Karena ikan pipih termasuk ikan langka yang sulit didapatkan dan jika ada yang menangkap dan menjadikannya konsumsi sehari-hari, maka akan ada sanksi hukum. 

Meskipun begitu, Muriansyah mengaku dilema dengan aturan tersebut. Karena, diakuinya bahwa saat ini masih ada warga yang melakukan penangkapan terhadap ikan tersebut. 

"Memang masih ada yang menangkap ikan pipih tersebut. Namun tidak lagi seperti dulu, karena sulit juga untuk mendapatkannya," kata Muriansyah. 

Dia juga mengatakan kerupuk pipih yang banyak dijual saat ini juga rasanya berbeda. Karena campurannya kebanyakan bukan ikan pipih, melainkan ikan gabus/haruan.

"Kami harap ini menjadi perhatian seluruh masyarakat agar tidak lagi menjaring atau menangkap ikan pipih agar habitatnya di alam tidak terancam punah," harapnya. 

 

**


Berita Menarik Lainnya


Berita Terkait