Kepala R&D Toshiriro Mibe Akan Menjadi Bos Baru Honda
TEMPO.CO | 20/02/2021 06:47
CEO Honda  Global Takahiro Hachigo meluncurkan tiga mobil elektronik yakni Honda NeuV, Honda Urban UV Concept  (kanan) dan Honda Sport EV Concept (kiri) di Tokyo Motor Show, di Tokyo, 25 Oktober 2017
CEO Honda Global Takahiro Hachigo meluncurkan tiga mobil elektronik yakni Honda NeuV, Honda Urban UV Concept (kanan) dan Honda Sport EV Concept (kiri) di Tokyo Motor Show, di Tokyo, 25 Oktober 2017

TEMPO.CO, TokyoHonda Motor Co mengumumkan bahwa Presiden dan CEO Takahiro Hachigo akan mundur pada 1 April 2021. Posisinya akan digantikan oleh Toshihiro Mibe yang saat ini menjabat sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan (R&D) Honda.

Mibe, 59 tahun, bergabung dengan Honda pada tahun 1987. Ia terlibat dalam pengembangan mesin dan bisnis drive-train perusahaan. Sejak 2019, Mibe menduduki posisi presiden unit R&D Honda.

"Kami akan mempertimbangkan untuk menggunakan wawasan eksternal atau aliansi potensial di antara kegiatan lain untuk membuat keputusan tanpa ragu-ragu," kata Mibe pada konferensi pers di mana dia menyerukan "transformasi besar dengan kecepatan tinggi" dari Honda, Reuters, 19 Februari 2021.

Penunjukannya, pertama kali dilaporkan oleh
Reuters minggu ini, terjadi ketika Honda berlomba untuk mengejar ketinggalan di bidang mobil listrik. Kehadirannya sekaligus akan menghadapi persaingan dari pendatang baru seperti Tesla, Apple dan Amazon. Dua perusahaan terakhir sudah menyatakan akan masuk ke bisnis mobil listrik

Baca juga: Honda Disebut Akan Menunjuk CEO Baru

“Dia telah melihat ke masa depan, arah yang harus diambil Honda,” Hachigo mengatakan pada konferensi tersebut, menghubungkan keahlian Mibe dalam teknologi lingkungan dan energi dan perhatiannya pada perubahan sebagai alasan pilihan.

Hachigo akan tetap di dewan perusahaan, kata Honda dalam sebuah pernyataan.

Secara tradisional dikenal dengan mesin pembakaran internal yang hemat bahan bakar, Honda meluncurkan kendaraan baterai yang diproduksi secara massal pertama Agustus lalu.

Ia berharap kendaraan energi baru seperti plug-in hybrid dan mobil sel bahan bakar berkontribusi dua pertiga dari penjualan pada tahun 2030.

Tetapi para analis mengatakan bahwa Honda banyak mengejar ketertinggalan dengan pesaing, di arena elektrifikasi.

“Dengan pergantian CEO, saya pikir ini adalah kesempatan yang baik bagi Honda untuk mempercepat elektrifikasi,” kata analis industri Takaki Nakanishi, kepala eksekutif dari Institut Penelitian Nakanishi.

Selama enam tahun sebagai kepala eksekutif, Hachigo berusaha menyederhanakan proses pengembangan kendaraan dengan menggabungkan beberapa operasi untuk mobil dan sepeda motor.

Dia juga memangkas biaya dengan merampingkan model line-up Honda dan mengkonsolidasikan pabrik di dalam dan luar negeri.

Hachigo juga memperluas kemitraan dengan General Motors Co, termasuk kerja sama dalam pengembangan kendaraan listrik dan mobil otonom.

Untuk fokus pada teknologi nol emisi, Honda menyatakan akan berhenti berpartisipasi sebagai pemasok mesin di Kejuaraan Dunia Formula 1 FIA pada akhir musim 2021.




REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT