Strategi Bisnis Mobil Bekas Carsome Hadapi PPnBM Nol Persen
TEMPO.CO | 19/02/2021 20:37
Suasana penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas Mangga dua, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Menjelang akhir tahun, mobil bekas justru kian diminati konsumen sehingga penjualan dan harganya sudah mulai beranjak naik.Tempo/Tony Hartawan
Suasana penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas Mangga dua, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Menjelang akhir tahun, mobil bekas justru kian diminati konsumen sehingga penjualan dan harganya sudah mulai beranjak naik.Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Platform jual-beli mobil bekas Carsome menyiapkan strategi khusus menghadapi kebijakan PPnBM Nol Persen untuk pembelian mobil baru mulai Maret nanti.

Kebijakan relaksasi pajak tersebut berpengaruh terhadap bisnis mobil bekas Carsome Indonesia. Apa strategi Carsome?

“Kami akan memastikan proses yang lancar dan nyaman bagi pelanggan kami,” ujar General Manager Carsome Indonesia Delly Nugraha saat dihubungi Tempo pada Kamis, 18 Februari 2021.

Kebijakan relaksasi pajak pembelian mobil baru akan hadir dengan tiga skenario. Tiga bulan pertama, pada Maret-Mei 2021, konsumen tidak akan dibebani PPnBM. 

Baca: Cara Carsome Menarik Pembeli Mobil Bekas: Harga Transparan

Pada Juni-Agustus pemerintah akan menanggung 50 persen PPnBM. Dan September-November PPnBM mobil baru akan mendapatkan diskon 25 persen.

Menurut Delly, insentif pajak PPnBM Nol Persen akan mendorong permintaan yang lebih besar untuk mobil baru. Maka akan banyak pula orang yang menjual mobil bekas sebelum membeli mobil baru.

Carsome akan terus memantau permintaan dan penawaran mobil. Delly mengatakan berdasarkan data Carsome tidak ada penurunan signifikan pada harga jual mobil dalam pelaksanaan insentif serupa di negara lain.

“Memang ada sedikit penurunan harga, tapi sejalan dengan depresiasi harga mobil bekas,” tutur Delly, bos Carsome Indonesia tersebut.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT