Harley-Davidson Kembali Sasar Pembeli Motor Baby Boomer yang Lebih Kaya
TEMPO.CO | 04/02/2021 07:33
Harley-Davidson Ultra Limited.
Harley-Davidson Ultra Limited.

TEMPO.CO, JakartaHarley-Davidson mengumumkan perubahan haluan 5 tahun ke depan untuk menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit hingga 2025, menyusul kerugian yang tak terduga di kuartal ke-4 tahun lalu.

Sebelumnya, produsen motor besar Harley-Davidson ini memasang strategi bertahun-tahun untuk meningkatkan penjualan di luar negeri dan menarik pengendara muda dengan model baru yang lebih murah.

Strategi tersebut melampaui sasaran sebelumnya, yakni generasi baby boomer atau pembeli kelahiran 1946-1964

Baca: Sepeda Listrik Harley-Davidson akan Dipasarkan Maret 2021

Harley mengalami penurunan pendapatan tahunan sebesar 39 persen pada kuartal terakhir 2020 karena pengiriman sepeda motor turun 32 persen menjadi 145.200, di bawah 2019 yang mengirim 214.900 sepeda motor Harley Davidson.

Penjualan ritel di Amerika Serikat, sebagai pasar terbesar, jatuh pada kuartal ke-16 secara berturut-turut, yang menghasilkan penurunan 8 poin persentase dalam pangsa pasar motor besar.

Penurunan penjualan motor Harley-Davidson justru terjadi ketika peningkatan permintaan akibat maraknya sosial distance akibat pandemi Covid-19.

Di bawah Chief Executive yang baru, Jochen Zeitz, Harley telah mengalihkan fokus kembali ke motor besar, pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Eropa, serta pelanggan yang lebih tua dan lebih kaya.

Saham Harley-Davidson pun naik 38 persen sejak Juli ketika perusahaan mengumumkan rencana bisnisnya, meski turun 14 persen pada awal perdagangan saham.

Strategi Zeitz lainnya adalah memangkas tenaga kerjanya, jaringan dealer global, menghilangkan model penjualan lambat, dan keluar dari 39 pasar yang kurang lemah penjualannya.

Zeitz bahkan meniadakan penawaran promosi, memperketat persediaan dan mengurangi inventaris, serta memungkinkan dealer meminta harga Harley Davidson sesuai permintaan.

Gebrakan bos baru Harley-Davidson yang menjabat 2020 itu membuat penurunan persediaan di dealer sebesar 59 persen pada tahun lalu. Inventaris di dealer dikurangi dsan mengalihkan rilis model baru ke Januari 2020 dari semula Agustus 2020.

Strategi itu nyatanya berdampak pada jumlah penjualan motor Harley-Davidson pada kuartal terakhir 2020.


AUTOBLOG | REUTERS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT