Platform Mobil Bekas Carsome Punya Strategi Baru Dorong Penjualan
TEMPO.CO | 21/01/2021 07:34
Suasana penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas Mangga dua, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Titik balik meningkatnya penjualan terjadi sejak bulan November lalu, setelah pemerintah resmi batal memberikan relaksasi pajak mobil baru sebesar 0 persen. T
Suasana penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas Mangga dua, Jakarta, Senin, 21 Desember 2020. Titik balik meningkatnya penjualan terjadi sejak bulan November lalu, setelah pemerintah resmi batal memberikan relaksasi pajak mobil baru sebesar 0 persen. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - General Manager Carsome Indonesia Delly Nugraha menjelaskan strategi jual-beli mobil bekas di platformnya pada 2021.

Menurut dia, Carsome akan mulai berkomitmen untuk mendorong digitalisasi industri mobil bekas di Asia Tengara.

“Mendorong industrialisasi jual-beli mobil bekas, dan memberikan kemudahan pelanganan dalam jual-beli mobil bekas,” ujar dia dalam konferesni pers virtual, Selasa, 19 Januari 2021.

Berdasarkan data survei Carsome disebutkan bahwa minat menjual dan membeli mobil bekas di Indonesia meningkat 2021. Survei melibatkan 1.005 responden itu, ada 64 persen mengungkapkan minat membeli mobil mulai April 2021.

Baca: Dihantui Covid-19, Carsome Optimistis Jual Beli Mobil Bekas 2021 

Di sisi lain, keinginan responden menjual mobil juga melonjak. Carsome mencatat minat masyarakat untuk menjual mobil meningkat 52 persen jika dibandingkan dengan periode sebelum PSBB diberlakukan.

Menurut Delly, survei tersebut menjadi dasar rencana Carsome tahun 2021 dan mendatang. Tahun ini, Carsome juga berencana meluncurkan model bisnis business-to-customer (B2C) di Indonesia.

Model bisnis ini, dia melanjutkan, memungkinkan Carsome untuk menawarkan mobil bekas secara langsung kepada konsumen.

"Sebelumnya, Carsome telah memperkenalkan segmen B2C di Malaysia pada Agustus 2020,” tutur Delly.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT