CATL Cina Siap Bikin Pabrik Baterai Mobil Listrik Rp 70,6 Triliun di Indonesia
TEMPO.CO | 20/12/2020 17:02
Mesin Mitsubishi Outlander PHEV. Mobil ini memiliki kapasitas baterai 13.800 watt atau 13,8 Kwh, sehingga dalam kondisi penuh bisa menyuplai listrik rumahan. Baterai ion-lithium Outlander PHEV bisa digunakan sebagai genset hingga sembilan jam. Bahkan dapa
Mesin Mitsubishi Outlander PHEV. Mobil ini memiliki kapasitas baterai 13.800 watt atau 13,8 Kwh, sehingga dalam kondisi penuh bisa menyuplai listrik rumahan. Baterai ion-lithium Outlander PHEV bisa digunakan sebagai genset hingga sembilan jam. Bahkan dapat bertahan hingga 20 jam bila bahan bakar terisi penuh. Foto: Mitsubishi

TEMPO.CO, JakartaContemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL berencana mendirikan pabrik baterai lithium untuk mobil listrik di Indonesia.

Perusahaan baterai baterai dari Cina tersebut siap berinvestasi 5 miliar dolar AS atau setara Rp 70,6 triliun.


Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan itu di kantornya pada Selasa lalu, 15 Desember 2020.

Menurut Luhut, seperti dikutip Hindustan Times, CATL telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan tambang negara PT Aneka Tambang. Dalam perjanjian tersebut CATL wajib memastikan 60 persen nikel dari dalam negeri diolah menjadi baterai di Indonesia.

"Kami tidak ingin mereka (CATL menambang) keluar nikel tapi kemudian mengolahnya ke luar negeri," ujarnya.

Produksi di pabrik baterai lithium untuk mobil listrik akan dimulai pada 2024. Indonesia mulai memproses pasokan bijih nikel laterit yang melimpah untuk dijadikan baterai lithium sebagai upaya memproduksi dan mengekspor mobil listrik.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKMP) menyatakan pada Juni 2020 bahwa LG Chem (Korsel) mempertimbangkan investasi 9,8 miliar dolar AS untuk pabrik baterai yang mobil listrik terintegrasi dengan smelter.

Pekan lalu, Pemerintah Indonesia mengatakan produsen mobil AS Tesla akan mengirim delegasi ke Indonesia pada Januari 2021 untuk membahas potensi investasi dalam rantai pasokan mobil listrik.


HINDUSTAN TIMES


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT