Volkswagen Akan Produksi Mobil Listrik Berukuran Kecil
TEMPO.CO | 29/11/2020 06:00
Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. Desain depan Volkswagen ID.3 tidak terdapat gril depan untuk masuknya udara, karena mobil ini mengenakan mesin listrik. REUTE
Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. Desain depan Volkswagen ID.3 tidak terdapat gril depan untuk masuknya udara, karena mobil ini mengenakan mesin listrik. REUTERS/Matthias Rietschel

TEMPO.CO, JakartaProdusen mobil asal Jerman, Volkswagen (VW), akan mengembangkan mobil listrik murni berukuran kecil untuk mengantisipasi peraturan iklim yang ketat, demkian Reuters, melaporkan Sabtu, 28 November 2020. Mobil ini listrik kecil ini nantinya akan diproduksi secara massal, sekaligus untuk meningkatkan penjualan perusahaan. 

Di bawah proyek yang dijuluki "Small BEV (Battery Electric Vehicle)", para insinyur berlomba untuk mengembangkan mobil bertenaga baterai murni seukuran Polo yang akan tersedia dengan harga antara 20-25 ribu euro (setara Rp 281 jutaan hingga Rp 422 jutaan).

Ini akan membuatnya lebih murah daripada mobil listrik Volkswagen ID.3, yang mulai dijual pada bulan September lalu.

Volkswagen tidak memberikan perincian tentang seperti apa kendaraan itu, kapan akan diluncurkan atau di mana akan dibangun.

Produsen mobil tersebut mengatakan target emisi Uni Eropa yang lebih ketat akan memaksanya untuk meningkatkan proporsi kendaraan hybrid dan listrik dalam penjualan mobil Eropa menjadi 60 persen pada tahun 2030, naik dari target sebelumnya sebesar 40 persen.

Awal bulan ini, mereka meningkatkan investasi yang direncanakan pada teknologi kendaraan digital dan listrik menjadi 73 miliar euro (US$ 86 miliar) selama lima tahun ke depan, di mana sekitar 35 miliar akan diinvestasikan dalam mobilitas elektrik (e-mobility).

Volkswagen saat ini juga berencana memproduksi 1,5 juta mobil listrik pada tahun 2025.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT