Menperin Agus Gumiwang Optimistis Industri Otomotif Melesat di Semester II/2020
TEMPO.CO | 16/08/2020 07:27
Pekerja merakit mobil New GLC Mercedes-Benz di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Selasa 10 Desember 2019. New GLC dan New GLE mewujudkan kesuksesan berkesinambungan rangkaian model SUV Mercedes-Benz yang akan t
Pekerja merakit mobil New GLC Mercedes-Benz di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Selasa 10 Desember 2019. New GLC dan New GLE mewujudkan kesuksesan berkesinambungan rangkaian model SUV Mercedes-Benz yang akan tersedia di dealer resmi Mercedes-Benz kuartal pertama tahun 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, JakartaMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memperkirakan kinerja industri otomotif berkembang positif pada semester II tahun ini.

Menurut dia, pada semester I/202 kinerja industri otomotif melambat dibandingkan tahun lalu karena dampak pandemi Covid-19.

"Namun saya melihat ada perkembangan positif pada paruh kedua tahun ini," ujar Agus Gumiwang dalam peresmian secara virtual Indonesia Otomotif Online Festival pada Jumat lalu, 14 Agustus 2020.

Agus menerangkan berdasarkan data penjualan mobil atau kendaraan mulai meningkat. Kinerja ekspor pun terjaga baik sehingga dia optimistis ekonomi akan pulih melalui sektor industri otomotif.

Industri otomotif, politikus Partai Golkar ini melanjutkan, telah menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat besar, mencapai lebih dari 1 juta pekerja. Industri otomotif juga salah satu dari tujuh sektor prioritas dalam agenda nasional Making Indonesia 4.0.

Agus mengungkapkan segi rasio kepemilikan kendaraan bermotor, Indonesia sekitar 87 unit per 1.000 orang. Sedangkan Malaysia mencapai 450 unit per 1.000 orang dan Thailand 220 unit per 1.000 orang.

"Tentu ini merupakan peluang industri otomotif."

Meski begitu Indonesia adalah pasar terbesar di Asia. Pada 2019, lebih dari 1 juta kendaraan dijual di dalam negeri dan 300.000 diekspor ke seluruh dunia. Namun secara produksi harus diakui Indonesia masih di bawah Thailand.

"Untuk itu pemerintah mendorong pabrikan otomotif memanfaatkan pasar di Indonesia dan negara-negara di Afrika, Afrika Selatan, dan Australia," tutur Agus Gumiwang.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT