Kasus Penjiplakan Racing Point, FIA Bakal Ubah Regulasi F1 2021
TEMPO.CO | 09/08/2020 11:45
Mobil terbaru dari tim SportPesa Racing Point saat peluncuran di Canadian International AutoShow di Toronto, Kanada, 13 Februari 2019. REUTERS/Mark Blinch
Mobil terbaru dari tim SportPesa Racing Point saat peluncuran di Canadian International AutoShow di Toronto, Kanada, 13 Februari 2019. REUTERS/Mark Blinch

TEMPO.CO, JakartaFederasi Otomobil Internasional atau FIA bakal mengubah regulasi F1 musim 2021 untuk menghindari penjiplakan desain mobil seperti yang terjadi pada tim Racing Point.

Racing Point didenda 400.000 Euro menyusul pengaduan tim Renault yang mempersoalkan legalitas break duck Pink Mercedes, mobil tim Racing Point RP20 berjuluk Pink Mercedes. Komponen itu terbukti menjiplak milik Mercedes yang digunakan pada 2019.

Racing Point secara terbuka mengakui jika mereka memang terinspirasi dari mobil Mercedes 2019.

Niklas Tombazis, pengurus FIA yang bertanggungjawab pada balap F1, mengatakan dalam waktu dekat FIA akan memperkenalkan amandemen regulasi olahraga 2021 yang akan mencegah penjiplakan menjadi norma.

"Ini akan mencegah penggunaan bagian ekstensif dari foto untuk menjiplak keseluruhan porsi dari mobil lain seperti yang telah dilakukan Racing Point," ucapnya seperti dikutip Antara dari laman resmi Formula  1 pada Jumat lalu, 7 Agustus 2020.

Tombazis menjelaskan FIA masih menerima komponen individu untuk dijiplak dan sejumlah area lokal Tapi FIA tidak ingin keseluruhan mobil secara fundamental tiruan dari mobil lain.

Dia mengakui jika penjiplakan di F1 telah berlangsung lama, entah dari foto atau membuat konsep yang serupa di sejumlah area.

Dia bahkan menyadari penjiplakan tidak akan berhenti seutuhnya di masa depan. Sedangkan Racing Point mengambil level yang lain, yakni memutuskan mengadopsi filosofi ini untuk keseluruhan mobil.

"Saya sebut pergeseran paradigma," kata Tombazis.

Menurut dia, FIA tidak ingin tahun depan terdapat delapan atau sepuluh Mercedes atau jiplakan dari Mercedes.

"Kami tidak ingin ini menjadi norma di F1."

Tombazis memastikan regulasi tahun depan cukup stabil. FIA tak berharap tim balap memulai dari nol, melainkan lebih menekankan bahwa penjiplakan tidak akan diizinkan.

Renault telah tiga kali mengajukan protes resmi terkait legalitas mobil sang rival itu. Pada Jumat para steward FIA mengabulkan protes tersebut dan menghukum Racing Point.

Renault menyatakan ingin menggarisbawahi bagaimana wajah F1 dalam jangka panjang apakah bakal mengizinkan penjiplakan hingga menghadirkan sejumlah mobil yang terlihat serupa.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT