Dihantam Corona, Toyota Masih Mencatat Keuntungan
TEMPO.CO | 07/08/2020 07:19
Toyota Logo (REUTERS/Mark Blinch)
Toyota Logo (REUTERS/Mark Blinch)

TEMPO.CO, Tokyo - Toyota Motor Corp mencatat laba kuartalan terkecil dalam sembilan tahun terakhir. Berkurangnya laba ini dipicu oleh menurunnya penjualan karena dampak pandemi virus corona baru (Covid-19). 

Namun, saham Toyota naik 2,3 persen di pasar yang lebih luas. Analis Nikkei sebelumnya memperkirakan kerugian, namun komentar dari juru bicara perusahaan tentang pemulihan penjualan yang lebih cepat dari perkiraan juga memberikan dukungan meningkatnya nilai saham Toyota.

Laba operasional Toyota anjlok 98 persen menjadi 13,9 miliar yen atau setara Rp 1,9 triliun (kurs saat ini 1 yen = Rp 138) untuk tiga bulan yang berakhir pada Juni lalu. Nilai ini lebih baik daripada perkiraan kerugian 179 miliar yen (Rp 24,7 triliun) yang diambil dari jajak pendapat Refinitiv dari tujuh analis.

Pendapatan yang jauh lebih rendah menekankan bahwa tantangan yang dihadapi industri otomotif sangat besar karena pandemi telah menutup pabrik dan membuat pelanggan keluar dari dealer.

Tapi Toyota menghadapi wabah virus corona lebih baik dibanding banyak pesaingnya. Sebagian besar produsen mobil global jatuh ke dalam posisi merah pada kuartal terakhir, termasuk Ford Motor Co, Nissan Motor Co, dan Mitsubishi Motors Corp,, bersiap untuk kerugian operasional setahun penuh.

Toyota memperkiraan laba operasi tahunannya sebesar 500 miliar yen (Rp 69 triliun), terlemah dalam sembilan tahun, dengan alasan bahwa virus corona masih dapat merusak prospek penjualan.

"Laju pemulihan di sejumlah wilayah lebih cepat dari perkiraan kami semula," kata juru bicara Toyota seperti dilansir Reuters, Kamis, 6 Juli 2020.

"Tetapi situasi virus terus menimbulkan banyak ketidakpastian pada prospek bisnis ... dan kami melihat kemungkinan bahwa perkiraan kami dapat berubah."




REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT