Penurunan Pendapatan Astra Disumbang Kinerja Divisi Otomotif
TEMPO.CO | 30/07/2020 07:19
Bulan Januari 2010, PT Toyota Astra Motor (TAM) berhasil mencatat penjualan sebanyak 19.459 unit. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Bulan Januari 2010, PT Toyota Astra Motor (TAM) berhasil mencatat penjualan sebanyak 19.459 unit. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

TEMPO.CO, JakartaPT Astra International Tbk. atau Grup Astra mencatat pendapatan bersih grup semester pertama tahun ini sebesar Rp 89,8 triliun.

"Menurun 23 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujar Presiden Direktur Astra Djony Budiarto dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta pada Rabu lalu, 29 Juli 2020.

Pendapatan Astra pada pada 2019 sebesar Rp 116,2 triliun. Penuturunan tersebut akibat pandemi Covid-19 yang menyerang sejak medio maret 2020.

Kendati demikian, menurut Djony, laba bersih Grup Astra sebesar Rp 11,4 triliun alias meningkat 16 persen dibandingkan dengan semester I/2019 sebesar Rp 9,8 triliun.

Keuntungan tersebut termasuk dari penjualan saham di Bank Permata. 
Tanpa memasukkan penjualan saham itu, laba bersih grup menurun 44 persen menjadi Rp 5,5 triliun.

Kondisi tersebut terjadi karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan yang disebabkan dampak pandemi Covid-19 dan penanggulangannya.

“Kinerja bisnis dan keuangan Grup Astra sangat terdampak secara signifikan akibat pandemi Covid-19, terutama pada kuartal kedua."

Penurunan harga batu bara juga menekan bisnis alat berat, kontraktor penambangan, dan pertambangan. Pandemi Covid-19 berikut langkah-langkah pengendaliannya akan terus memengaruhi kinerja hingga akhir tahun.

Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2020 sebesar Rp 3.773 atau meningkat 3 persen dibandingkan pada 31 Desember 2019.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT