Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia Segera Berproduksi
TEMPO.CO | 02/07/2020 20:40
Pengunjung melihat kendaraan bermotor listrik yang dipamerkan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2019. Pameran kendaraan listrik ini mengangkat tema "Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi dengan Kendaraan Listrik. TEMPO/Muhammad
Pengunjung melihat kendaraan bermotor listrik yang dipamerkan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2019. Pameran kendaraan listrik ini mengangkat tema "Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi dengan Kendaraan Listrik. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, JakartaPabrik baterai untuk mobil listrik yang sedang dibangun di Indonesia diklaim bakal rampung pada akhir tahun ini atau awal 2021.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyatakan bahwa proses konstruksi dan investasi di sektor otomotif masih terus berjalan, terutama dalam persiapan membangun industri mobil listrik.

“Untuk cell battery [baterai sel], akhir tahun ini atau awal tahun depan ini juga akan sudah ada industri yang menghasilkan baterai,” ujarnya dalam diskusi daring, Rabu, 1 Juli 2020.

Berdasarkan catatan Bisnis, Maluku Utara menjadi salah satu daerah yang akan memiliki industri bahan baku untuk baterai mobil listrik.

Pabrik bahan baku baterai mobil listrik yang dibangun Harita Nickel di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan sudah memasuki tahap konstruksi akhir dan ditargetkan berproduksi pada akhir 2020.

Pemerintah Maluku Utara berharap proses konstruksi industri maju ini dapat berjalan dengan lancar dan harus didukung oleh semua pihak. Industri baru ini akan membutuhkan 1.920 orang tenaga kerja profesional, belum termasuk kontraktor dan industri pendukung lainnya.

Ardika sempat mengatakan bahwa Indonesia memiliki daya saing kuat untuk menjadi produsen kendaraan berbasis listrik (KBL) utama di dunia karena memiliki sejumlah keunggulan.

Di antaranya, biaya tenaga kerja dan energi yang lebih murah dan potensi bahan baku baterai yang melimpah sehingga biaya produksi KBL lebih kompetitif dibandingkan negara produsen lain.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah juga sedang memacu pengembangan pembangkit bersumber energi air dan angin di berbagai wilayah di Indonesia.

“Pengembangan pembangkit listrik tersebut dapat dijadikan sarana untuk meyakinkan dunia internasional bahwa Indonesia mampu menjadi basis produksi kendaraan listrik yang didukung sumber energi yang ramah lingkungan,” kata Ardika.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT