Penjualan Mobil Bekas Online Babak Belur Selama Pandemi Covid-19
TEMPO.CO | 01/07/2020 19:45
Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya.
Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan mobil bekas secara online diakui mengalami penurunan sejak April hingga Juni 2020. Tren negatif itu tak lain disebabkan oleh salah satunya pandemi virus corona.

"Secara volume itu sudah down sekitar 90 persen dua bulan terakhir April. Selain pandemi, kemarin ada larangan mudik dan PSBB,"ujar Co-Founder Carro Indonesia, Aditya Maulana dalam konferensi pers virtual, Rabu, 1 Juli 2020.

Pasar mobil bekas atau baru kata Aditya, boleh dibilang hancur. Belum lagi pembiayaan yang ketat akibat banyaknya kredit macet.

Meski demikian, situasi itu menurutnya hanya berlangsung dalam jangka pendek. Setelah kebijakan pembatasan sosial mulai dilonggarkan, penjualan mobil bekas bisa saja kembali normal. Kondisi itu diharapkan bisa terwujud dalam 2-3 bulan mendatang.

"Kedepannya kita optimistis ada peningkatan, karena ada tren kebutuhan mobil pribadi di masa new normal. Di mana orang-orang cenderung mengindari angkutan umum,"ujarnya.

AVP of BUsiness Tokopedia, David Kartono juga menyatakan hal serupa. Kata dia, ada ceruk bisnis untuk mobil bekas di masa pandemi. Asumsinya, masyarakat membutuhkan mobil pribadi di masa pembatasan interaksi langsung akibat pandemi virus corona.

"Pasti akan menjadi tren baru, karena ada kecenderungan orang membutuhkan kendaraan pribadi. Baik itu roda dua, roda empat hingga sepeda. Semua beralih ke kendaraan pribadi. Jadi tentunya mobil bekas ini bisa jadi pilihan,"ujarnya.

Tokopedia, kata David mencatat performa bagus di segmen otomotif. Dia membandingkan total transaksi dan pengunjung lapak otomotif meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun 2019.

WIRA UTAMA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT