Spare Part Mahal, Ini 3 Hal Penting Merawat Toyota Corona
TEMPO.CO | 01/07/2020 08:40
Toyota Corona Absolut yang masih diburu pecintanya. Tempo/Pribadi Wicaksono
Toyota Corona Absolut yang masih diburu pecintanya. Tempo/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Mobil tua Toyota Corona dikenal memiliki banyak kelebihan. Selain mesinnya yang terbilang handal, Corona, sejak dihentikan produksinya dan mulai digantikan Toyota Camry pada 1998 silam, juga dikenal kaya fitur.

“Walau murah, pemilik Corona perlu hati hati, karena mobil itu sudah berumur, ada komponen yang jika dibiarkan dan tak segera diganti bisa merembet ke komponen lain dan harganya bisa sangat mahal,” ujar Dhimas Anggi, pecinta Corona asal Yogya, yang juga anggota Jogja Corona Club Rabu 24 Juni 2020.

Dhimas membeberkan, masalah paling sering dihadapi Toyota Corona adalah overheat. Terutama pada type Corona terakhir seperti absolut yang kipasnya masih menggunakan motor. Overheat kerap terjadi saat mobil diajak melewati tanjakan dan penggunaan pendingin saat kondisi jalanan macet.

Motor kipas ini, ujar Dhimas, kebanyakan baru diganti pemiliknya saat benar benar sudah jebol. Pemilik hanya tahunya kipas masih tampak berputar biasa. Kipas motor itu seringkali terlewatkan atau tak pernah diganti sejak dari bawaan pabrik hingga akhirnya menimbulkan masalah. Padahal ketika motor kipas rusak, bisa mengganggu sirkulasi air dan mengganggu kinerja mesin. "Kalau mau nyaman, terhindar overheat, seharusnya kalau sudah usia 10 tahun diganti motor kipasnya, bukan nunggu jebol karena itu juga ada usia ausnya,” ujar Dhimas.

Harga motor kipas itu sendiri berkisar Rp 500 ribuan dan masih banyak dijual di pasaran. Namun ketika bagian ini diabaikan, kerusakan mesin bisa semakin parah dan biayanya lebih besar.

Selain motor kipas itu, biasanya pemilik Corona juga kurang mengetahui atau abai pada sistem pendinginan atau AC mobilnya yang sudah dimakan usia. Sering kali, ujar Dhimas, pemilik saat AC mobilnya bermasalah yang diganti hanyalah bagian kompresornya. Tidak mengecek bagian kondensornya. Padahal dalam usia tertentu kondensor mau tak mau harus diganti agar AC lebih awet.

“Kalau kondensor dan kompresor diganti sepaket memang biayanya bisa sampai Rp 4 juta, jadi pemilik biasanya memang cuma ganti kompresor yang harganya Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Usia rentang kompresor sendiri bisa sampai 10 tahun. Jika penggantian dilakukan di dealer Toyota resmi pembelian memang harus sepaket, kompresor dan kondensor. Jadi cukup penting bagi pemilik Corona untuk memperhatikan kedua komponen utama itu selain juga tabung dryer baik itu ketika AC masih terasa dingin atau tidak.

“Pemilik Corona memang jarang mengetahui soal ini, tapi biasanya kalau ikut komunitas dia akan dapat edukasi soal perawatan dasar ini,” ujar Dhimas yang mengkoleksi dua Corona absolut lansiran 1997 dan 1998 itu.

Dhimas mengingatkan pula, tak semua type Toyota Corona ketika bermasalah bisa dibawa ke bengkel resmi. Misalnya Corona yang sudah menerapkan sistem injeksi Karena bengkel resmi pun sudah tak memiliki spare part dan alat pembaca sensornya. Sehingga harus dibawa ke bengkel rekanan. Di Yogya sendiri salah satu bengkel rujukan untuk mengatasi persoalan Corona ada di Jalan Kabupaten Sleman Yogyakarta, yakni Saman Speed.

PRIBADI WICAKSONO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT