Yamaha Siapkan Saingan Kawasaki Ninja H2, Lebih Beringas?
TEMPO.CO | 13/06/2020 19:35
Yamaha MT-09. Dok Yamaha
Yamaha MT-09. Dok Yamaha

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu produsen raksasa sepeda motor Yamaha sedang mengembangkan mesin turbocharger untuk debut di sepeda motor masa depan. Model ini akan berhadapan dengan Kawasaki Ninja H2 dan Z H2.

Menurut Motorcycle News, insinyur Yamaha mulai bekerja pada teknologi turbocharging pada 2017, dan telah bereksperimen dengan mesin turbocharged dengan dua tata letak yang berbeda. Salah satu percobaan menempatkan turbocharger di dalam knalpot, yang merupakan konfigurasi yang tidak biasa, sedangkan tata letak lainnya memasang turbocharger dekat dengan manifold buang, yang merupakan tata letak tradisional tentang bagaimana turbocharger digunakan saat ini di industri otomotif.

Gambar paten mesin turbo racikan Yamaha. Sumber: MCN

Turbocharging adalah metode induksi paksa yang menggunakan gas buang mesin sendiri untuk memaksa muatan bertekanan ke dalam ruang bakar. Gas buang membantu menggerakkan turbin yang memutar kompresor udara yang mendorong udara ekstra dan oksigen ke dalam silinder yang memungkinkannya untuk membakar lebih banyak bahan bakar setiap detik. Sehingga mesin turbocharged menghasilkan lebih banyak tenaga, dan lebih banyak energi per detik.

Menggunakan mesin turbocharged akan memberi Yamaha cara langsung untuk menyuntikkan lebih banyak tenaga ke mesin sepeda motor, tanpa mengurangi peningkatan emisi. Jadi, sementara satu aliran pemikiran saat ini adalah untuk meningkatkan perpindahan untuk menjaga output daya engine tetap sama saat memenuhi peraturan emisi terbaru yang ketat, menggunakan turbocharger mungkin tidak memerlukan pembuatan mesin yang lebih besar untuk mencapai output daya yang sama.

Yamaha mengajukan paten beberapa tahun yang lalu untuk mesin paralel-twin turbocharged menggunakan basis mesin MT-09. Mesin ini memiliki kapasitas 847 cc, tiga silinder segaris akan memiliki tenaga yang sama dengan mesin 560 cc paralel dengan turbocharged. Mesin akan lebih kecil dan lebih ringan, dan perpindahan kapasitas yang lebih kecil juga akan membantu memenuhi peraturan emisi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT