Masa PSBB Transisi, Penjualan Mobil Suzuki Diharapkan Meningkat
TEMPO.CO | 06/06/2020 09:47
Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Sales Seiji Itayama meluncurkan All New Suzuki Ertiga Sport di pameran GIIAS Surabaya 2019 di Grand City Convec, Surabaya, 29 Maret 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.
Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Sales Seiji Itayama meluncurkan All New Suzuki Ertiga Sport di pameran GIIAS Surabaya 2019 di Grand City Convec, Surabaya, 29 Maret 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

TEMPO.CO, JakartaSuzuki Indomobil Sales (SIS) ikut merasakan angin segar atas pelonggaran PSBB atau New Normal di sejumlah wilayah di Indonesia. Aktivitas pabrik yang masih dibatasi itu diharapkan bisa mengkerek gairah pasar otomotif yang lesuh akibat corona.

"Untuk kinerja pabrik setelah PSBB, pembukaan akan dilakukan secara berkala. Sebab ada penyesuaian operasional yang harus menyesuaikan protap WHO dan Gugus Tugas di Indonesia," kata Head of 4W Brand Development dan Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales, Harold Donnel, Kamis, 4 Juni 2020.

Penyesuaian itu seperti jarak antar karyawan hingga penggunaan masker. Oleh karena itu, Harold menyebut bahwa kinerja produksi tidak akan langsung digenjot seperti sebelum masa pandemi.

"Kinerja akan pulih secara bertahap, karena kami juga harus mengikuti aturan Kemenperin seperti maksimal shift hanya dua kali dari kemungkinan tiga kali," ujar dia.

Meski begitu, Harold menilai jika pelonggaran ini setidaknya bisa menjadi angin segar bagi industri otomotif. Dia berharap pabrik-pabrik yang sudah mulai dibuka bisa mengangkat gairah pasar yang lesuh akibat wabah virus corona.

"Mudah-mudah dengan sudah beroperasinya pabrik bisa meningkatkan penjualan Suzuki di bulan Juni ini," kata dia.

Harold menambahkan bahwa untuk saat ini, stok mobil Suzuki untuk pasar domestik masih dalam batas aman. Hampir semua model masih tersedia, setidaknya hingga akhir tahun ini.

"Hanya beberapa model dengan pilihan warna tertentu yang harus disiapkan atau butuh waktu lama jika ada pemesanan. Tapi secara keseluruhan masih aman," tutur dia.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT