Setelah Pikap Bima, Deretan Mobil Esemka yang Belum Diluncurkan
TEMPO.CO | 26/05/2020 18:21
Mobil Aemoured yang dibuat Esemka di Pabrik Esemka Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 6 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto
Mobil Aemoured yang dibuat Esemka di Pabrik Esemka Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 6 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

TEMPO.CO, Jakarta - PT Solo Manufaktur Kreasi atau Esemka sudah resmi meluncurkan pikap Mobil Esemka Bima 1.3 dan Bima 1.2 tahun lalu. Lantas bagaimana nasib sejumlah model yang sempat dipajang saat peluncuran 6 September 2019 itu.

Ya, setidaknya ada tiga model atau prototipe yang diprediksi akan diprosuksi atau dirakit secara massal, menyusul Esemka Bima. Di antaranya Esemka Garuda, Esemka Listrik (Doubel Cab), dan Esemka Antibeluru berbasis Volvo XC90 (Armored by Esemka). Beberapa mobil itu diketahui telah menjalani proses pengujian dan pengembangan sejak 2009.

Berikut spesifikasi umum keempat mobil tersebut.

1. Esemka Garuda 1 dan 2

Mobil ini sudah beberapa kali tertangkap kamera menjalani pengujian di jalanan. Namun tahun ini bisa jadi akan menjadi waktu peluncurannya. Akun instagram @esemkaofficial_ menyebut bahwa Esemka Garuda 2.0 akan hadir tahun 2020.

Sayangnya, ketika Tempo mengkonfirmasi kepada Humas PT Solo Manufaktur Kreasi Sabar Boedhi, ia hanya menjawab singkat. "Saya tidak tahu," tulis dia dalam pesan pendeknya.

Esemka Garuda 1 sendiri dipamerkan saat peresmian pabrik dan peluncurkan produk Esemka Bima 1.3 dan 1.2 di Boyolali, Jawa Tengah Jumat 6 September 2019.
Mobil yang disebut mirip Foday Landford ini bersanding dengan prototipe mobil kabin ganda. Beda dengan Landford yang menggunakan mesin 2,4 liter, Esemka Garuda 1 menggunakan mesin 2.0 liter.

Mobil Esemka prototipe di pabrik perakitan Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 7 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

Tampilan depan Esemka Garuda 1 mirip dengan Foday Landford yang mengunakan lampu proyektor dan gril lebar. Bagian belakang lampu tampak sudah menggunakan LED dengan wiper di kaca belakang. Ada juga spoiler mini namun panjang dengan lampu yang berada di bagian tengah.

Pada bagian kabin menggunakan kombinasi warna abu-abu dengan gradasi warna krem di beberapa bagian. Jok hadir dengan warna abu-abu. Pada layar speedometer masih model manual dengan layar hiburan sekitar 7 inci.

Adapin harga SUV Esemka Garuda 1 ini diperkirakan masih di bawah Rp 280 juta. Perkiraan harga Esemka Garuda itu didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 2019. Beleid itu mengatur nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) SUV Esemka Garuda 1 Rp 209 juta.


2. Esemka Double Cabin Listrik atau Digdaya

Dari prototipe itu, sebuah double cab cukup tampil beda. Ruang mesinnya kosong, tapi diganti dengan paket baterai dan tentunya motor listrik. Di sisi samping kiri dan kanan tertulis Electric Car. Dari pintu depan hingga ke atas fender tertulis Pindad Esemka.

Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi Eddy Wirajaya mengatakan bahwa sangat mungkin mobil-mobil prototipe itu suatu saat nanti akan diproduksi.

"Saat ini kami masih fokus pada produksi mobil niaga ringan Esemka Bima," kata Eddy di sela-sela peresmian pabrik, Jumat, 6 September 2019. 

Mobil Esemka prototipe di pabrik perakitan Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 7 September 2019.


3. Esemka Anti Peluru Mirip Volvo CX90

Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi atau Esemka Eddy Wirajaya hanya tersenyum sekaligus enggan menjawab ketika Tempo mengkonfirmasi ihwal satu dari tiga mobil Esemka jenis SUV (Sport Utility Vehicle) yang dikabarkan anti-peluru dengan tingkat keamanan tinggi.

Satu unit mobil berjenis SUV bercat hitam berlogo Moose di bagian depan dan bertuliskan Armored by Esemka di bagian belakangnya itu turut dipajang saat acara peresmian pabrik perakitan PT Esemka di Boyolali oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 6 September 2019.

Mobil Aemoured yang dibuat Esemka di Pabrik Esemka Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 6 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

Tanpa menggeleng atau menganggukkan kepala, Eddy hanya memberikan simbol dirinya tidak mau berkomentar dengan cara menempelkan satu jari ke bibirnya ketika Tempo menanyakan apakah benar SUV berlapis baja itu dibuat khusus untuk mobil dinas presiden.

Ditemui seusai acara peresmian pabrik perakitan PT Esemka dan peluncuran mobil Esemka Bima 1,2L dan 1,3L, salah satu inisiator mobil, Esemka Dwi Budhi Martono mengatakan mobil SUV berlogo Moose itu memang berlapis baja dan anti-peluru.

"Meskipun peluru bisa menembus bodi luarnya, tapi akan tertahan di baliknya, tidak sampai menembus ke dalam, Jadi seperti menembak karung," kata Budhi.

Budhi tak menampik ihwal kemiripan mobil itu dengan Volvo CX90. Menurut dia beberpaa bagian memang dipesan dari Volvo. "Dan Volvo mencantumkan mereknya sebagai bentuk pertanggungjawaban atau jaminan terhadap kualitas produknya," kata Budhi.

Sama seperti Eddy, Budhi juga tidak bersedia berkomentar apakah mobil SUV berlapis baja buatan Esemka dibuat khusus untuk Presiden Jokowi. Ihwal berapa kisaran harganya, Budhi hanya mengatakan, "Yang jelas harganya M (miliar), tapi berapa tepatnya saya tidak tahu,"ujarnya.

WIRA UTAMA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT