Pengetatan Leasing Dianggap Penyebab Penjualan Mobil Anjlok
TEMPO.CO | 19/05/2020 04:22
Toyota Calya baru diperkenalkan di salah datu restoran di Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama
Toyota Calya baru diperkenalkan di salah datu restoran di Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

TEMPO.CO, Jakarta - Leasing atau perusahaan pembiayaan memiliki peran penting bagi pembeli mobil baru, terutama dari kalangan konsumen mobil murah seperti kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) atau dikenal LCGC.

Kehadiran leasing dapat mendongkrak minat pembeli mobil pertama karena menawarkan angsuran atau uang muka yang terjangkau. Kendati demikian, kelebihan leasing itu tidak bisa dinikmati konsumen setelah mereka mengetatkan pemberian pembiayaan selama pandemik Covid-19 untuk mencegah kredit macet.

"Belakangan ini sejak Covid-19, presentase pembeli mobil pertama cukup meningkat tapi memang ada faktor lain yang sebenarnya juga bisa mendukung atau tidak mendukung terhadap perkembangan KBH2," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, beberapa waktu lalu.

"Karena kebanyakan pembeli KBH2 adalah pembeli mobil pertama, mereka membutuhkan paket leasing yang DP-nya murah, pembayaran pertamanya murah atau cicilannya murah," kata dia.

Kendati demikian, ia memahami pengetatan yang dilakukan leasing sejak Covid-19, sehingga konsumen setidaknya harus membeli mobil dengan uang muka yang lebih besar dari biasanya.

"Sejak akhir Maret, leasing terpaksa memperketat penerimaan DP atau seleksi terhadap pembeli mobil. Apalagi pembeli pertama, karena memang di kondisi ekonomi yang berat pengetatan dari leasing itu sudah pasti terjadi. Jadi, memang ini salah satu faktor yang menyebabkan deman dari otomotif menurun," jelas dia.

Ia meyakni, jika leasing tidak menerapkan uang muka di atas 30 persen, maka permintaan pembelian mobil tetap bergairah. "Dukungan leasing yang seperti sebelumnya, saya yakin demand untuk pembelian mobil pertama termasuk KBH2 pasti akan meningkat lebih pesat lagi."

"Sebenarnya cukup banyak konsumen yang belum punya mobil ingin beli mobil, kemudian yang mobil bekas ingin mobil baru. Mereka juga menanyakan kepada sales, tapi saat bicara paket leasing, terjadi beberapa kesulitan," tambah dia.

Daihatsu Sigra mengalami perubahan (facelift) menjelang akhir 2019. Sigra baru mengusung perubahan cukup signifikan di bagian wajah dan sejumlah fitur. Sigra hadir dalam 10 varian yang dipasarkan seharga mulai Rp 117,5 juta hingga Rp160 juta.

Meski harganya miring, konsumen kendaraan pertama dan pembeli LCGC sebagian besar memerlukan bantuan leasing karena keterbatasan dana awal.

"Pembeli mobil pertama apalagi untuk pembeli KBH2, karena DP yang mereka harapkan boleh dibilang seminim mungkin ya kalau bisa. DP 10 persen atau maksimal 20 persen itu yang mereka harapkan, tapi memang DP di angka-angka itu sekarang memang agak sulit mendapat persetujuan dari leasing," kata Anton.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT