Wabah Corona, Tata Motors Siap Tutup Pabrik di India
TEMPO.CO | 21/03/2020 08:04
Pekerja merakit Tata Tiago di pabrik Tata Motors di Samand, India, 7 Agustus 2018. REUTERS/Amit Dave/File Photo
Pekerja merakit Tata Tiago di pabrik Tata Motors di Samand, India, 7 Agustus 2018. REUTERS/Amit Dave/File Photo

TEMPO.CO, New Delhi - Tata Motors India mengurangi aktivitas di pabrik mobilnya di negara bagian barat Maharashtra dan sedang bersiap untuk menutupnya jika ada kekhawatiran tentang wabah virus corona, Reuters melaporkan, Jumat, 20 Maret 2020. 

Langkah oleh Tata Motors, yang memiliki merek mobil mewah Inggris Jaguar dan Land Rover, muncul ketika negara bagian itu mencatat jumlah kasus virus corona terkonfirmasi tertinggi di India.

Pada hari Jumat, Maharashtra memerintahkan semua toko dan kantor tutup kecuali yang menyediakan layanan penting di tiga kota besar, termasuk ibukota Mumbai dan Pune, tempat pabrik dan pusat teknik Tata Motors berada.

“Tata Motors akan menurunkan operasinya pada Senin, 23 Maret 2020 dan akan siap untuk menutup pabrik pada Selasa, 24 Maret 2020, jika keadaan memburuk,” kata Direktur Pelaksana Perusahaan Guenter Butschek. Ia menambahkan bahwa aktivitas pabrik di saat darurat ini akan dipertahankan hingga 31 Maret 2020.

"Kami akan terus memonitor situasi di semua negara bagian di mana kantor dan pabrik kami berada dan membuat keputusan yang tepat dan proaktif jika diperlukan," kata Butschek.

Tata Motors, yang merupakan pembuat truk terbesar di India, memiliki lebih dari setengah lusin pabrik di seluruh negeri. Pabrik di Pune merupakan salah satu yang terbesar.

Jaguar Land Rover (JLR) mengatakan pada hari Kamis, 19 Maret 2020, bahwa mereka akan menghentikan sementara produksi di Inggris dari mulai pekan depan sampai 20 April 2020. JLR juga telah menghentikan pekerjaan di pabriknya di Slovakia untuk mengurangi penyebaran virus.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, ketua Tata Sons, N Chandrasekaran mengatakan bahwa semua perusahaan grup akan melakukan pembayaran penuh (upah) kepada pekerja sementara dan harian untuk Maret dan April 2020, bahkan jika mereka tidak dapat mulai bekerja karena karantina, penutupan lokasi, atau penutupan pabrik yang disebabkan virus corona. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT