Corona, Penjualan Mobil di Cina Diperkirakan Turun 2 Juta Unit
TEMPO.CO | 20/03/2020 06:00
Foto yang diambil akhir bulan lalu dan disiarkan hari ini (22/12) memeprlihatkan suasana di sebuah showroom mobil GM di Chengdu, Cina. Penjualan mobil di negara tersebut mengalami booming. AP/Eugene Hoshiko
Foto yang diambil akhir bulan lalu dan disiarkan hari ini (22/12) memeprlihatkan suasana di sebuah showroom mobil GM di Chengdu, Cina. Penjualan mobil di negara tersebut mengalami booming. AP/Eugene Hoshiko

TEMPO.CO, Beijing - Wabah virus corona yang menghantam Cina mulai akhir tahun lalu diperkirakan menyebabkan penurunan penjualan mobil penumpang hingga dua juta unit tahun ini.

Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) seperti dilansir Xinhua memperkirakan epidemi virus corona dapat dikendalikan pada April 2020, dan di saat itu juga produksi serta logistik kembali beroperasi nornam, termasuk di penjualan mobil.

“Penjualan ritel kendaraan penumpang turun 20 persen year on year menjadi 1,72 juta unit pada Januari 2020, sementara Februari 2020 turun 78,5 persen menjadi 252.000 unit di tengah wabah epidemi,” kata CPCA.

Permintaan kendaraan penumpang terbebani karena kekhawatiran konsumen beralih ke pasokan untuk mengendalikan epidemi dan kebutuhan hidup. Sementara daya beli mobil disebut tidak terpengaruh oleh munculnya wabah corona. Kebutuhan kendaraan diperkirakan membaik di kuartal kedua.

Asosiasi itu juga mencatat konsumsi mobil pribadi Cina masih berpotensi tumbuh dengan dukungan kebijakan dan pasar.

Di tengah wabah corona, Cina telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan konsumsi mobil, mendorong peningkatan yang wajar dalam kuota plat nomor di daerah-daerah di mana pembelian mobil dibatasi. Negara ini juga menekankan promosi dan aplikasi kendaraan energi terbarukan.

Cina merupakan negara dengan penjualan mobil terbesar di dunia. Rekor penjualan tertinggi mencapai 30 juta unit sepanjang 2017. Namun angka ini menyusut menjadi 28 juta unit pada 2018 dan kembali menurun pada 2019 dengan angka 25,77 juta unit. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT