SMKN 1 Lingsar Berhasil Produksi Kendaraan Listrik ATV
TEMPO.CO | 10/03/2020 21:55
Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah berfoto bersama pejabat terkait usai menguji coba ATV listrik ramah lingkungan karya siswa SMKN 1 Lingsar di halaman Pendopo Gubernur di Mataram, Selasa 10 Maret 2020. Antara
Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah berfoto bersama pejabat terkait usai menguji coba ATV listrik ramah lingkungan karya siswa SMKN 1 Lingsar di halaman Pendopo Gubernur di Mataram, Selasa 10 Maret 2020. Antara

TEMPO.CO, Jakarta - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Lingsar Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menciptakan kendaraan listrik roda empat yang mampu menempuh jarak 70-80 kilometer.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah menguji coba motor ATV listrik ramah lingkungan karya siswa SMKN 1 Lingsar di halaman pendopo Kantor Gubernur di Mataram, Selasa 10 Maret 2020.

Saat menguji coba motor listrik bertenaga 3.500 watt karya siswa SMKN 1 Lingsar di Kabupaten Lombok Barat, Gubernur mengemukakan bahwa capaian siswa sekolah menengah kejuruan itu mestinya menjadi pemacu semangat warga NTB untuk menghasilkan produk-produk berteknologi tinggi.

"Ini memberikan semangat kepada masyarakat NTB, bahwa kita bukan hanya mampu memproduksi produk-produk tradisional yang bernilai rendah," katanya.

Gubernur yakin sekolah-sekolah di NTB bisa mengembangkan prototipe kendaraan sebagaimana SMKN 1 Lingsar. Namun proses untuk memproduksi kendaraan tentunya akan membutuhkan waktu lama dan keterlibatan berbagai pihak.

"Langkah selanjutnya SMK 1 Lingsar akan memanggil UKM-UKM kita di bidang permesinan dan otomotif dan mengajarkan dan mendiskusikan prototipe ini ke UKM-UKM kita yang disertai transfer teknologi," kata Gubernur.

Tugas pemda, kata dia, dengan menyediakan pasarnya, membeli produknya untuk kemudian pakai sendiri, didistribusikan ke desa-desa dan sekolah-sekolah agar terjadi learning by doing atau belajar dengan mengerjakan.

Koordinator Pengembangan Teknologi Tepat Guna SMKN 1 Lingsar Irwan Ardy Tiadaya menjelaskan kendaraan bernama Lingsar karya murid sekolahnya memiliki ukuran panjang 2,40 meter dengan lebar satu meter sehingga bisa masuk ke gang-gang kecil.

Ia memperkirakan, motor listrik Lingsar yang dilengkapi delapan baterai 80 AH bisa menempuh jarak 70 sampai 80 km.

"Pengisian daya sekali dalam kondisi kosong bisa delapan jam. Charging-nya (pengisian daya) bisa dari berbagai sumber, bisa dari tenaga matahari dan bisa tenaga listrik PLN," katanya.

Ia menjelaskan, murid SMKN 1 Lingsar menggagas pembuatan motor listrik ramah lingkungan karena penggunaan bahan bakar fosil telah menimbulkan polusi dan memicu pemanasan global.

"Kehadiran motor ini menjadi solusi terhadap masalah-masalah tersebut," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT