Menilik Teknologi Keselamatan Honda SENSING: Tentang RDM dan ACC
TEMPO.CO | 27/10/2019 08:28
Ilustrasi kemudi.
Ilustrasi kemudi.

TEMPO.CO, Jakarta - Honda SENSING merupakan teknologi keselamatan aktif yang dirancang untuk membantu pengendara agar lebih waspada saat melakukan perjalanan. Honda SENSING memiliki dua jenis sensor dengan karakteristik yang berbeda, yakni sensor Millimeter-Wave Radar yang terdapat pada Front Grille, dan sensor berupa Monucular Camera yang terpasang di bagian dalam pada kaca depan mobil.

Road Departure Mitigation (RDM) berfungsi dengan menggunakan Monocular Camera untuk mengidentifikasi garis jalan (baik berupa garis lurus atau terputus-putus) serta mendeteksi titik reflektor yang ada di jalan. Jika Monocular Camera mendeteksi kendaraan cenderung menyimpang dari garis jalan yang terdeteksi, sistem akan memberikan peringatan visual pada tampilan dan getaran pada roda kedudi dan akan membantu untuk membawa kendaraan kembali ke jalur. 

Ketika sistem mendeteksi bahwa kendaraan melenceng terlalu jauh, sistem akan mengerem secara otomatis sehingga mobil tidak berjalan lebih jauh dari jalur yang seharusnya.

Berbagai peringatan visual akan muncul saat RDM mengambil tindakan pencegahan. Peringatan tersebut tampil di layar Driver Information Interface (DII) bersamaan dengan getaran pada roda kemudi sebagai peringatan awal. RDM juga memiliki pengaturan waktu yang dapat diatur untuk menentukan duasi getaran pada roda kemudi. Sistem RDM dapat di non-aktifkan melalui "Safety Support" yang terdapat di layar MID.

Adaptive Cruise Control (ACC) with Low-Speed Follow membantu pengendara untuk mengatur kecepatan yang diinginkan dan membuat kendaraan mengikuti mobil yang ada di depannya, sehingga memungkinkan penggunaan cruise control pada kondisi jalanan yang cukup lenggang. Sistem ACC menggunakan Millimeter-Wave Radar dan Monocular Camera untuk mendeteksi jarak kendaraan terhadap mobil di depannya, dan mengatur kecepatan kendaraan untuk menjaga jarak ideal. Jarak pendek, menengah, jauh atau ekstra jauh dapat diaplikasikan pada sistem ACC. 

Saat dibutuhkan, kendaraan dapat melakukan pengereman otomatis menggunakan modulator Vehicle Stability Assist (VSA). Dengan didukung sistem Low-Speed Follow (LSF), kemampuan untuk mengikuti kendaraan di depan secara otomatis dapat ditingkatkan terutama ditengah jalanan macet dimana kecepatan menurun hingga 0 km/jam. 

ACC beroperasi pada kondisi berikut:
1.) Mobil terdeteksi di depan kendaraan – mobil melakukan deselerasi secara otomatis apabila dibutuhkan, kemudian mengikuti mobil didepannya dengan tetap menjaga jarak ideal.
2.) Mobil di depan perlahan berhenti – mobil akan ikut berhenti secara otomatis.
3.) Mobil di depan mulai berjalan dari posisi berhenti – mobil kembali mengikuti mobil di depan saat tombol SET atau RES maupun pedal gas diaktifkan.
4.) Sebuah mobil menyalip diantara kendaraan dan mobil yang diikuti – secara otomatis ACC akan berganti target terhadap mobil terdekat yang ada di depannya.

S. DIAN ANDRYANTO (TOKYO)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT