Mengenal Teknologi Honda Sensing: Apa itu CMBS dan LKAS?
TEMPO.CO | 27/10/2019 06:17
Honda sensing. TEMPO/Dian Andryanto
Honda sensing. TEMPO/Dian Andryanto

TEMPO.CO, Tokyo - Honda Motor Co., Ltd mempunyai kampanye keselamatan global yaitu “Safety for Everyone” yakni mewujudkan kehidupan masyarakat yang bebas dari kecelakaan lalu lintas bukan hanya untuk pengguna kendaraan pribadi, tetapi semua pihak pengguna jalan. Honda SENSING merupakan teknologi yang diciptakan untuk mewujudkan konsep keselamatan tersebut.

Kali ini coba mengenal teknologi CMBS dan LKAS yang dikembangkan Honda.
Collision Mitigation Braking System™ (CMBS™). CMBS™ membantu pengemudi untuk menghindari tabrakan ketika sistem mendeteksi adanya potensi benturan dengan kendaraan yang melaju ataupun pejalan kaki di depan dengan memperingatkan pengguna secara bertahap dengan peringatan otomatis berupa audio visual, mengencangkan sabuk pengaman serta mengaktifkan rem secara bertahap.

Millimeter-Wave Radar dan Monucular Camera akan mendeteksi kendaraan dan pejalan kaki yang melaju di depan mobil. Ketika sistem menentukan ada risiko tabrakan, sistem akan memberikan peringatan secara audio dan visual yang ditampilkan melalui layar Driver Information Interface (DII), serta menggetarkan pedal akselerator.

Apabila peringatan tersebut diabaikan dan jarak kendaraan dengan objek di depan semakin dekat, maka fitur CMBS™ akan bekerja dengan melakukan pengereman otomatis dengan tekanan yang berbeda-beda (tergantung tingkat situasi darurat yang dihadapi) untuk mengurangi kecepatan mobil sehingga kecelakaan dapat dihindari. Monocular Camera pada sistem CMBS™ juga dapat mendeteksi bentuk benda, sehingga dapat membedakan antara mobil atau pejalan kaki untuk memberikan peringatan yang berbeda kepada pengendara.

Lane Keeping Assist System (LKAS) dapat mempermudah pengendara dengan membantu mengkoreksi pergerakan arah setir di jalan tol. LKAS berfungsi dengan mengandalkan kamera yang dapat membaca marka jalan dan menggunakan Electric Power Steering (EPS) untuk membantu pengendara menjaga posisi mobilnya agar tetap searah dengan marka jalan.

Saat LKAS mendeteksi posisi mobil yang mulai keluar dari jalurnya, sistem akan secara otomatis menggerakkan roda kemudi agar mobil kembali ke jalur semula. Walau demikian, pengendara tetap diwajibkan untuk waspada dan meletakkan kedua tangannya di roda kemudi.

LKAS dapat diaktifkan dan di non-aktifkan dengan menggunakan tombol di bagian bawah setir. Sistem secara otomatis akan berhenti beroperasi saat pengendara melepas kedua tangannya dari gagang setir, serta kembali beroperasi saat pengendara menggerakkan setir.

S. DIAN ANDRYANTO (TOKYO)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT