BMW dan Mercedes-Benz Bersaing Ketat Soal Layanan Mobilitas
TEMPO.CO | 22/10/2019 06:42
Oliver Zipse CEO BMW, memperkenalkan mobil konsep yang diboyongnya dalam acara Frankfurt Motor Show (IAA) 2019 di Frankfurt, Jerman, 10 September 2019. BMW membawa BMW Concept 4, BMW Vision iNext dan BMW Vision M. REUTERS/Wolfgang Rattay
Oliver Zipse CEO BMW, memperkenalkan mobil konsep yang diboyongnya dalam acara Frankfurt Motor Show (IAA) 2019 di Frankfurt, Jerman, 10 September 2019. BMW membawa BMW Concept 4, BMW Vision iNext dan BMW Vision M. REUTERS/Wolfgang Rattay

TEMPO.CO, Jakarta - Produsen otomotif asal Jerman, BMW sedang mencari mitra tambahan untuk bekerja sama dalam layanan mobilitas, guna bersaing dengan Daimler sebagai kompetitor terbesar mereka. "Kami ingin menyambut mitra tambahan di bidang ini, yang memiliki potensi masa depan yang besar," kata bos BMW Oliver Zipse kepada Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung (FAS), dilansir Reuters, Senin 21 Oktober 2019.

Kolaborasi serta investasi keuangan adalah pilihan bagi mitra masa depan di segmen otomotif, katanya, seraya menambahkan bahwa pelanggan menginginkan pilihan luas dari berbagai merek.

Kedua pembuat mobil tersebut telah menggabungkan bisnis berbagi mobil Car2Go milik Daimler dengan bisnis DriveNow, ParkNow, dan ChargeNow milik BMW, dengan masing-masing memegang 50 persen saham dalam usaha itu.

Zipse juga mengatakan kepada FAS bahwa BMW ingin menggeser Daimler sebagai pabrikan mobil mewah terbesar di dunia, namun mereka tidak mengungkapkan kapan target itu akan diberlakukan.

“Tentu saja klaim merek seperti BMW harus menjadi nomor satu. Volume penjualan bukan satu-satunya tolok ukur di sini,” katanya.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT