Ini Perbandingan Accu Basah dan Kering, Mana yang Terbaik?
TEMPO.CO | 15/10/2019 06:45
Ilustrasi accu mobil. Sumber: suzuki.co.id
Ilustrasi accu mobil. Sumber: suzuki.co.id

TEMPO.CO, Jakarta - Aki atau accu pada kendaraan bermotor menjadi suplayer tenaga listrik. Keberadaannya sangat penting mengingat sistem kendaraan sangat tergantung pada pasokan listrik. Teknologi injeksi telah membuat ketergantungan pada aki.

Di pasaran, ada dua jenis aki yaitu aki basah dan aki kering. Seperti dikutip dari laman Hyundai, perbedaan aki basah ataupun aki kering memang menjadi hal yang sangat penting urusannya dalam sebuah kendaraan bermotor. Pasalnya Akumulator, Accu atau orang Indonesia bilang aki ini merupakan piranti di kendaraan yang berfungsi menyimpan energi listrik.

Pada dasarnya, aki kering dan basah tetap menggunakan cairan elektroda atau disebut air aki. Namun, pada jenis aki kering, cairannya lebih padat dan berbentuk gel. Aki basah biasanya membutuhkan perawatan rutin. Berbeda dengan aki kering yang sifatnya bebas perawatan atau maintenance free (MF).

Harga aki kering biasanya relatif lebih mahal dibanding aki basah. Aki kering merupakan pengembangan dari aki basah, kelebihannya minim perawatan, namun konsekuensi harganya lebih mahal.

Untuk iklim tropis dengan temperatur udara cenderung panas seperti Indonesia, ditambah kondisi bersuhu tinggi di ruang mesin, membuat air aki lebih cepat menguap seiring pemakaian.

Pada aki kering, cairan tetap menguap, namun sirkulasinya tidak banyak bocor ke luar. Di lain sisi, penguapan pada aki basah bisa diantisipasi dengan mengisi air aki yang hilang.

Normalnya, wadah aki basah adalah transparan dan tersedia garis penanda batas maksimum dan minimum air aki. Tanda ini menjadi patokan apakah cairan elektrolit perlu diisi ulang atau tidak. Biasanya pengecekan ini dilakukan tiap dua bulan sekali. Jika lama tidak diperiksa dan diisi ulang, sel aki yang tidak terendam cairan bisa mengalami korosi. Mengakibatkan sel aki cepat rusak.

Aki basah merupakan produk yang sudah cukup berumur dan sudah cukup lama di gunakan pada berbagai macam tipe kendaraan. Untuk melihat perbedaan aki basah dan aki kering yang paling umum dapat kita lihat adalah bentuknya.

Di mana untuk tipe aki basah ini biasanya menggunakan wadah semi transparan. Hal ini dilakukan tiap pabrikan aki agar mudah sewaktu kita mengecek kondisi air aki atau cairan elektrolit. Adapun air aki atau sering di sebut juga sebagai air zuur merupakan sebuah cairan yang mempunyai fungsi sebagai perendam cell-cell aki yang ada pada tipe aki basah ini.

Soal usia pemakaian, baik aki basah maupun kering tidak berbeda jauh. Kisarannya 1,5-2 tahun untuk pemakaian normal sehari-hari dengan catatan perawatan dilakukan teratur untuk aki basah.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT