TNI AU Akan Beli 35 Unit Pikap Esemka Bima 1.3
TEMPO.CO | 25/09/2019 06:35
Mobil pikap Esemka Bima yang akan diluncurkan di pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, 6 Setember 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.
Mobil pikap Esemka Bima yang akan diluncurkan di pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, 6 Setember 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkutan Udara (TNI AU) akan membeli 35 unit pikap Esemka Bima 1.3 yang diproduksi PT Solo Manufaktur Kreasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., saat mengunjungi PT Solo Manufaktur Kreasi (pabrik Esemka) yang berada di Solo, Selasa, 24 September 2019.

Rencana pembelian Esemka Bima 1.3 itu menurut Kasau untuk mendukung kegiatan dinas dan operasional penerbangan serta berbagai keperluan lainnya di TNI AU.

“Nantinya 35 unit mobil Esemka tipe Bima ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional di satuan operasi khususnya Skadron Udara dan Skadron Teknik, kemudian kendaraan akan dicat dengan warna kuning dan strip hitam, sebagai ciri kendaraan yang dapat dioperasikan di sekitar landasan oleh Depohar 50,” kata Kasau seperti dikutip dari website tni.au.mi.id.

Menurut Kasau, keputusan pembelian mobil Esemka ini sudah melalui kajian yang dilaksanakan oleh staf, dengan mempertimbangkan tiga hal penting yaitu faktor ekonomi yakni harga yang kompetitif dibanding mobil sejenis, kemudian adanya jaminan pemerintah pusat terhadap pengembangan Esemka, dengan harapan memiliki pelayanan purnajual (after sales service) yang lebih baik, serta untuk mendukung pengembangan industri dalam negeri.

Video proses perakitan mobil Esemka di pabrik Boyolali: 

Kasau juga menjelaskan pembelian kendaraan dinas ini tidak didukung oleh anggaran TNI Angkatan Udara, sehingga belum masuk dalam RKAKL. Untuk itu, pembiayaan akan didukung dari Inkopau untuk selanjutnya dijadikan hibah bagi kebutuhan dinas TNI Angkatan Udara.

“Semoga dengan pembelian kendaraan ini selain akan mendukung kegiatan operasional TNI Angkatan Udara, juga akan menjadi sumbangsih kita dalam ikut serta mendorong tumbuh kembangnya industri
mobil dalam negeri,” ujarnya.

Selain meninjau pabrik Esemka, Kasau dan rombongan juga berkesempatan melakukan uji kendara (test drive) kendaraan Esemka tipe Bima dan Garuda 1. Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan kontrak pembelian oleh Ketum Inkopau Marsma TNI Nailul Humam dan perwakilan Esemka.

Turut mendampingi Kasau dalam kegiatan ini Asrena Kasau, Dankoharmatau, para Kepala Dinas di lingkungan Mabesau, Ketum Inkopau serta pejabat Lanud Adi Soemarmo.

Spesifikasi Esemka Bima

Esemka Bima 1.2 dan 1.3 resmi diluncurkan pada Jumat, 6 September 2019. Peluncuran kedua varian pikap ini dilakukan bersamaan dengan peresmian pabrik perakitan mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, oleh Presiden RI Joko Widodo. 

Esemka Bima 1.2 dilengkapi mesin 1.200cc DOHC. Mesin ini sanggup menghasilkan output 72kW dan torsi 119 Nm. Kapasitas tangki 40 liter.

Pikap ini diklaim hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan angkutan niaga yang berkualitas dengan harga terjangkau. 

Gooto sempat menjajal Esemka Bima 1.3 usai diluncurkan:

Sebagai mobil angkutan niaga yang menyasar segmen Usaha Kecil Menengah (UKM), Esemka Bima diklaim memiliki beberapa keunggulan seperti kargo luas dan kaki-kaki yang mumpuni.

Esemka Bima 1.2 memilki dimensi panjang 4.560mm, lebar 1.645mm, dan tinggi 1.890mm. Sedangkan kargo boks memiliki dimensi panjang 2.750mm, lebar 1.600mm, dan tinggi 460mm. Dengan dimensi itu, Esemka Bima 1.2 memiliki daya angkut maksimal 880 kilogram (sesuai dengan Sertifikat Uji Tipe). 

Untuk varian Esemka Bima 1.3 dibekali mesin 1.300cc DOHC 16V. Esemka Bime 1.3 memiliki dimensi panjang 4.930 mm, lebar 1.720 mm, dan tinggi 1.996mm. Sementara untuk kargo boks atau bak memiliki panjang, 2.970 mm, lebar 1.740 mm, dan tinggi 470 mm. Varian 1.3 memiliki daya angkut hingga 1.606 kilogram.

Kedua varian Esemka Bima dipasarkan dengan harga Rp 95 juta (off the road). 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT