Tips Turing Naik Motor Jarak Jauh ala Darius Sinathrya
TEMPO.CO | 14/09/2019 08:45
Darius dan Donna berada di Lahul and Spity, Himachal Pradesh, salah satu sudut jalan raya tertinggi di dunia. Foto: @darius_sinathrya
Darius dan Donna berada di Lahul and Spity, Himachal Pradesh, salah satu sudut jalan raya tertinggi di dunia. Foto: @darius_sinathrya

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan selebritas Darius Sinathrya dan Donna Agnesia beserta tim belum lama ini berhasil mencapai Khardung La Pass, jalan tertinggi di dunia di pegunungan Himalaya, India Utara, dengan menggunakan motor.

Darius pun berbagi tip bagi pengendara motor yang ingin melakukan kegiatan touring seperti dirinya. Menurut dia, yang harus dipersiapkan adalah peralatan keselamatan berkendara (safety gear).

"Safety harus yang pertama ya. Makanya, safety gear harus lengkap semua, apalagi berkendara roda dua yang direct impact," papar Darius, Kamis,12 September 2019. 

Selain keamanan, hal kedua yang perlu diperhatikan adalah mempersiapkan kondisi tubuh agar selalu prima. Hal tersebut, lanjut Darius, bisa diperoleh dengan istirahat yang cukup, mengurangi gerakan fisik, serta banyak minum air mineral.

Selanjutnya, pengendara harus memperhatikan medan karena tak semua jalan ketika turing mulus dan lurus.

Ketika perjalanannya di Himalaya, Darius mendapati jalur yang curam dan berkelok-kelok sehingga membutuhkan teknik khusus agar motor tetap berjalan dengan aman.

"Dan jangan lupa, ketika touring sambil membonceng, kayak kemarin gue bonceng Donna, itu kita harus jadi partner yang koorperatif," ujarnya.

"Yang rider (pengendara) ketika melihat ada obstacle di depan, harus kasih tahu partner-nya untuk bersiap-siap juga. Pas ada jalan yang bumpy, itu seperti apa sikap yang harus dilakukan Donna, kayak setengah berdiri, misalnya," lanjut pria 34 tahun itu.

Istrinya, Donna Agnesia setuju dan sedikit menambahkan beberapa kiat bagi "boncengers". Ia mengatakan bahwa sebagai rekan berkendara, selain saling percaya juga harus bisa menjaga suasana hati si pengendara serta anggota di dalam tim touring.

"Jadi buat 'boncengers', ya dinikmati saja karena kan tiap perjalanan pasti nggak semuanya mulus. Cuma kalau misalnya hal-hal kecil diributin ya akan bikin perjalanan jadi enggak menyenangkan," pungkasnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT