Disebut Rebadge, Duluan Mana Lahir Esemka Bima atau Mobil Cina?
TEMPO.CO | 09/09/2019 06:52
Esemka Bima 1.3. TEMPO/Wawan Priyanto
Esemka Bima 1.3. TEMPO/Wawan Priyanto

TEMPO.CO, Jakarta - PT Solo Manufaktur Kreasi atau Esemka telah mengantongi surat lolos uji tipe kendaraan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan untuk 12 jenis mobil Esemka per September 2019. Namun baru Esemka Bima dengan kubikasi mesin 1.200 cc dan 1.300 cc yang telah diproduksi massal dan telah resmi dilepas ke pasar pikap Indonesia.

Esemka Bima sendiri mulai diperkenalkan ke publik sebagai salah satu line up produk Esemka pada tahun 2011 atau satu tahun setelah PT Solo Manufaktur Kreasi didirikan sebagai Agen Pemegang Merek Esemka. Mobil jenis pikap ini dikembangkan bersamaan dengan mobil Esemka lainnya, yakni Rajawali R2 sebagai sebuah prototipe.

Delapan tahun kemudian (2019) Esemka Bima resmi diluncurkan ke pasar otomotif tanah air, bersaing di segmen kendaraan niaga ringan seperti Daihatsu Gran Max, Suzuki Carry, dan DFSK Super Cab. Adapun harga Esemka Bima 1.2L dan 1.3L dibanderol mulai Rp 95 juta, off the road.

Perjalanan panjang Esemka Bima dari 2011 hingga 2019 kerap mendapat kritikan karena dianggap hanya rebadge atau meniru basis rancang bangun suatu produk dan menjual ulang dengan perusahaan yang berbeda.

Namun, mobil pikap ini ternyata sudah menjadi kendaraan sehari-hari Dwi Budhi Martono sejak 2013. Dwi Budhi Martono adalah guru otomotif di SMK Negeri 2 Surakarta. "Saya termasuk salah satu inisiator mobil Esemka dulu. Tapi bukan berarti saya punya hak istimewa sehingga bisa punya surat-surat resminya seperti STNK dan BPKB," kata Budhi sambil menunjukkan selembar STNK mobil Esemka miliknya kepada Tempo di pabrik perakitan PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali Jumat 6 September.

Dalam STNK itu tertera merek Esemka type Bima, jenis MBRG (mobil barang) / pick up, tahun pembuatan 2013, isi silinder 1100 cc, warna putih, bahan bakar bensin, warna TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor atau pelat nomor) hitam, dan masa berlaku STNK sampai 2021.

Selanjutnya: Lebih dulu mana Esemka Garuda 1 atau Foday...
 
Budhi mengatakan, mobil Esemka sudah memiliki hak paten merek dan logo sejak 2010. "Maka itu pada 2013 saya urus sendiri semua dokumen-dokumen resminya di kepolisian sampai terbit BPKB dan STNK. Ini saya sudah pajak dua kali," kata Budhi yang selama ini juga sebagai konsultan otomotif PT Esemka.

Esemka Bima sendiri acap dikaitkan dengan Changan Star Truck. Tempo mencoba menelusuri kemiripan dua produk beda perusahaan tersebut, memang ditemukan adanya persamaan yang dominan. Khususnya Esemka Bima varian 1.2L, pikap ini mirip dengan Changan Star Truck. Sementara untuk Esemka Bima varian 1.3L juga memiliki kemiripan dengan produk Cina lainnya, yakni pikap Jinbei T30.

Changan Automobile sendiri diketahui telah memulai produksi sejak 1999 dengan produk microvannya. Kemudian model Star Truck atau Chana Star Pick Up muncul pada tahun 2007 sebagai generasi kedua. Lalu pada tahun 2012, Changan kemudian menghadirkan varian Star Truck Single Cab, yang bodinya mirip Bima 1.2L.

Sedangkan untuk Jinbei T30, tak banyak informasi yang bisa ditemukan dari mobil ini. Hanya ada beberapa foto yang menjelaskan bahwa pikap ini mirip dengan Bima 1.3L ini. Adapun terkait soal Jinbei, bahwa perusahaan yang berpusat Shenyang ini merupakan perusahaan patungan antara Renault dan Brilliance Jinbei Automotive, Co, Ltd. Sementara informasi terkait Pick Up Jinbei T30 sendiri jugua tersedia di situs jual beli alibaba, disebutkan dalam salah satu iklan bahwa mobil ini dijual dengan harga mulai USD 7.500 atau setara Rp 105 jutaan.

Adapun Esemka Garuda 1 berjenis SUV yang memiliki desain mirip Foday Landford tertangkap kamera media menjalani pengetesan di jalanan akhir 2017. Sehingga, kemungkinan perakitannya di tahun tersebut atau setahun sebelumnya. Sedangkan menurut Chinaautonews, Foday Landford muncul ke pasar sejak tahun 2014. 

CHINAAUTONEWS | CHANGAN AUTOMOBILE | DINDA LEO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT