Kecelakaan Tol Cipularang: 7 Cara Merawat Rem Agar Tidak Blong
TEMPO.CO | 08/09/2019 13:26
Proses Servis yang sedang dilakukan mekanik bengkel Auto2000 terhadap mobil customer. Dok Auto2000
Proses Servis yang sedang dilakukan mekanik bengkel Auto2000 terhadap mobil customer. Dok Auto2000

TEMPO.CO, JakartaKecelakaan Tol Cipularang terjadi dengan dugaan sementara rem blong. Kecelakaan ini telah mengakibatkan korban tewas. Perawatan yang asal-asalan bisa jadi penyebab rem blong. Sistem pengereman menjadi salah satu perangkat vital yang harus dirawat berkala karena nyawa menjadi taruhannya tidak hanya pengemudi tapi juga pengguna jalan lain.

Seperti dikutip dari laman Auto2000.co.id, mobil Toyota, wajib untuk selalu mengecek komponen atau sistem pengereman setiap 6 bulan atau 10.000 kilometer sekali. Hal tersebut juga bisa menjadi langkah pencegahan.

1. Pengecekan kampas rem
Pengecekan berkala bisa dimulai dari memeriksa apakah kondisi kampas rem masih bisa digunakan atau sudah saatnya diganti. Karena repot lantaran harus bongkar rem, teknisi bengkel resmi Auto2000 yang akan memprediksi kondisinya.

Jangan tunda untuk mengganti kampas rem jika direkomedasikan untuk diganti. Terlihat masih tebal, namun kalau sudah tidak layak, kampas rem akan kesulitan menggigit piringan cakram atau teromol. Apalagi ketika terlalu panas.

Sekaligus, minta teknisi untuk memeriksa kondisi piringan cakram atau teromol rem. Karena sesuatu dan lain hal, bisa saja bagian ini rusak seperti permukaan cakram bergelombang sehingga rem mengalami malfungsi.

2. Pengecekan minyak rem
Selain itu, periksa level minyak rem di dalam tabung penyimpanan minimal sebulan sekali atau ketika mencuci mobil. Tambah jika kurang dengan minyak rem yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Periksa juga sekitar tabung minyak rem akan potensi kebocoran, terutama sekitar sambungan selang. Apalagi jika frekuensi isi ulang minyak rem cukup sering.

Formula kimia dalam minyak rem juga ada masa pakainya. Kalau dipaksakan dipakai, bisa jadi kemampuannya dalam bekerja dan melepas panas jadi melemah. Akibatnya, tekanannya hilang dan rem mobil blong. Minyak rem dikuras dan diganti seluruhnya setiap 40.000 km sekali untuk menjaga kualitas kandungan kimia yang ada di dalamnya.

3. Menguras tabung minyak rem
Sebagian dari Anda kurang peduli kondisi tabung minyak rem. Sepanjang minyak rem tidak habis, maka tidak perlu memperhatikan kondisi tabung penyimpannya. Padahal, meski tutup tabung selalu ditutup rapat, tetap saja ada potensi uap air masuk dan membuat minyak rem ‘masuk angin’. Kalau dibiarkan, masuk angin bisa membuat rem blong karena rem kehilangan tekanan.

Selain itu, di dasar tabung mungkin saja timbul endapan lumpur bahkan lumut kalau Anda benar-benar tidak peduli kondisinya. Hal ini juga akan membuat rem blong. Lakukan pembersihan tabung minyak rem bersamaan dengan pengurasan minyak rem di kisaran 40.000 km. Jangan lupa untuk membuang angin yang terperangkap di sistem rem saat proses pembersihan telah selesai.

Pastikan pula selang dan pipa minyak rem dicek ulang, termasuk klem sambungan. Ganti selang jika sudah getas dan ganti pipa bila ada risiko karat.

4. Memeriksa piston pada sistem rem
Fungsi piston pada rem mobil adalah untuk menggerakkan kaliper penjepit kampas rem ke piringan rem. Jika terjadi kemacetan pada piston, maka kaliper tidak dapat digerakkan. Hal ini berbahaya karena rem dapat mengunci seketika. Kemacetan pada piston dapat diakibatkan oleh karat sekitar piston rem atau kerusakan di bagian karet–karet piston.

5. Setel ketinggian rem tangan dengan tepat
Rem tangan bisa berfungsi sebagai rem darurat ketika rem utama mobil Anda malfungsi atau blong lantaran mekanisme kerjanya tidak mengandalkan sistem yang sama dengan rem mobil. Masalahnya, posisi rem tangan yang terlalu rendah dapat mengakibatkan kemacetan di sistem rem mobil. Pada umumnya, ketinggian rem tangan hanya diperbolehkan hingga 5 klik.

Semakin rendah posisinya, maka jarak kampas rem dengan piringan atau teromol rem menjadi terlalu dekat. Ini dapat mengakibatkan kemacetan pada sistem rem mobil Anda.

6. Rasakan ketika mengerem
Kondisi rem blong tidak serta merta terjadi. Pasti ada gejala awal yang bisa Anda rasakan sebelumnya, seperti titik pengereman yang bertambah jauh. Atau Anda merasa tekanan pedal rem lebih dalam dari biasanya. Segera tepikan mobil jika lampu indikator rem di panel instrumen menyala.

Jangan paksakan untuk terus berjalan kalau ternyata benar rem mobil bermasalah. Segera minta bantuan layanan darurat untuk menggendong mobil ke bengkel resmi Auto2000.

7. Servis berkala
Langkah paling mudah dan efektif untuk mencegah rem blong adalah dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi Auto2000 karena teknisi akan mengecek kondisi sistem rem keseluruhan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT