AISI Siapkan Sepeda Motor Listrik dengan Harga Terjangkau
TEMPO.CO | 01/09/2019 19:15
Sepeda motor Honda PCX Electric diluncurkan di Jakarta, Kamis 31 Januari 2019. Honda PCX Electric merupakan sepeda motor listrik pertama Honda untuk Indonesia yang 100 persen menggunakan sumber tenaga baterai listrik. TEMPO/Eko Ari Wibowo
Sepeda motor Honda PCX Electric diluncurkan di Jakarta, Kamis 31 Januari 2019. Honda PCX Electric merupakan sepeda motor listrik pertama Honda untuk Indonesia yang 100 persen menggunakan sumber tenaga baterai listrik. TEMPO/Eko Ari Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Dengan terbitnya Peraturan Presidan (Perpres) Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) mendorong para pelaku industri otomotif di Indonesia untuk menghadirkan produk listriknya. Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menyebut saat ini mereka bekerja sama dengan pemerintah tengah menyiapkan motor listrik yang harganya terjangkau, yang mana hal tersebut tentu menjadi faktor utama masyarakat membeli suatu produk, termasuk sepeda motor listrik.

Proses persiapan tersebut dikatakan Ketua Bidang Komersil AISI, Sigit Kumala, saat ini terus dibicarakan bersama pemerintah.

"Kami dengan pihak prinsipal tentunya sedang berporses ke arah sana yah, agar nantinya, pas sudah diluncurkan itu produk qualitynya, maupun harganya benar-benar sesuai dengan keinginan masyarkat sih," ujar Sigit saat dihubungi Tempo beberapa waktu lalu.

Persiapan tersebut lanjut Sigit, dilakukan sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Menyiapkan beberapa proses, sesuai regualsi itu kan, jadi contohnya kaya baterai itu kan, pemerintah maunya baterainya yang harganya terjangkau, sehingga unitnya tidak terlalu mahal, sedang kami siapkan semuanya," lanjutnya.

Selain itu Sigit juga mengaku para produsen yang tergabung dalam anggota AISI yakni Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan KTM, sudah mempunyai strategi untuk menyambut era kendaraan listrik.

"Pasti (sudah ada strategi), kami kan dengan keputusan itu (Perpres) sudah diteken, nah merupakan suatu kepastian untuk para anggota, untuk melakukan investasi," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT