Kesiapan Era Mobil Listrik, PLN Sebut Ada 7.000 SPLU di Indonesia
TEMPO.CO | 31/08/2019 17:45
Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati meresmikan Stasiun Pengisian Listrik Umum atau Green Energy Station (GES) di SPBU COCO Pertamina 31.12.902 HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 10 Desember 2018. Tempo/Muhammad Ku
Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati meresmikan Stasiun Pengisian Listrik Umum atau Green Energy Station (GES) di SPBU COCO Pertamina 31.12.902 HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 10 Desember 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto

TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) telah menyebarkan sebanyak 7.000 stasiun penyedia listrik umum (SPLU) untuk mobil listrik di Indonesia guna menjadi fasilitas tempat isi ulang listrik untuk berbagai jenis kendaraan bermotor.

Pelaksana tugas Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, SPLU tersebut dibangun di setiap pusat perbelanjaan untuk membantu masyarakat dalam mengisi daya listrik mereka. "Karena itu, kini kami sedang mencari lokasi-lokasi pengisian listrik di lokasi pusat perbelanjaan karena orang dapat sekaligus parkir dan mengisi listrik," tuturnya pada Bisnis Sabtu, 31 Agustus 2019.

Selain itu, PLN juga memberikan diskon tarif untuk pengisian daya kendaraan listrik mereka sebesar 30 persen bagi masyarakat yang mengisi ulang listrik di rumah pada pukul 22.00 WIB - 04.00 waktu setempat.

Ia menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang memiliki kendaraan listrik dan ingin melakukan penambahan daya dirumah, pihaknya memberikan diskon tambahan daya untuk motor listrik dan kompor listrik sebesar 75 persen serta mobil listrik sebesar 100 persen. "Diskon tersebut akan berlaku hingga 31 Desember 2019," tuturnya.

Sripeni mengatakan bahwa hal ini dilakukan guna meringankan biaya pengisian daya kendaraan listrik tersebut agar dapat menarik minat masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik.

"Menurut saya ini adalah milestone yang bagus, memang pemerintah telah berkomitmen terhadap energi bersih karena 70 persen polusi udara dihasilkan dari kendaraan bermotor yang bervariasi," tuturnya.

Mengutip dari Menteri perindustrian, Sripeni mengatakan apabila Indonesia mampu menggerakkan economic of skill seperti meningkatkan jumlah kendaraan listrik serta dijual dengan harga terjangkau, menurutnya masyarakat akan segera beralih ke kendaraan listrik.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT