Pemerintah Dorong Penggunaan Komponen Lokal di Sektor Otomotif
TEMPO.CO | 14/08/2019 06:42
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto didampingi jajaran direksi PT Solo Manufaktur Kreasi melihat model bak dan chassis mobil Esemka yang dipamerkan di Kementerian Perindustrian, 13 Agustus 2019. Bak dan chassis itu merupakan buatan PT INKA. TEMPO/
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto didampingi jajaran direksi PT Solo Manufaktur Kreasi melihat model bak dan chassis mobil Esemka yang dipamerkan di Kementerian Perindustrian, 13 Agustus 2019. Bak dan chassis itu merupakan buatan PT INKA. TEMPO/Wawan Priyanto.

TEMPO.CO, Jakarta - Industri otomotif Indonesia sebenarnya punya banyak pemasok komponen lokal untuk kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan mendorong penggunaan komponen lokal yang sudah ada.

Seperti yang disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, saat ini pihaknya akan mengupayakan penggunaan komponen lokal untuk pengembangan produk di Indonesia.

Dengan kata lain, para pemain di industri otomotif tanah air diharapkan dapat memanfaatkan komponen lokal yang sudah ada. Dan tidak lagi melakukan impor komponen yang sebenarnya ada di Indonesia.

"Kalau kita lihat kan ini semua komponen yang sudah menjadi bagian dari industri otomotif. Nah tentu ini kita dorong terus apa lagi kalau ada investasi baru diharapkan mereka bisa memanfaatkan komponen yang sudah ada," ujar Airlangga kepada wartawan, di gedung Kementerian Perindustrian, Selasa 13 Agustus 2019.

Lantas seperti apa upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong penggunaan komponen lokal yang sudah ada?

"Upaya nya kan local content. Jadi kalo presentasi local content ditentukan kan mereka harus mencari komponen di dalam negeri," kata Airlangga.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada masalah dalam mengupayakan peningkatan penggunaan komponen lokal tersebut. Saat ini lanjut Airlangga menjelaskan, volume menjadi permasalahannya.

"Masalahnya volume, kalau volume makin besar itu nilai nya akan semakin meningkat," lanjutnya.


REKOMENDASI BERITA