Honda Genio Ditargetkan 5 Ribu Unit per Bulan di Jawa Barat
TEMPO.CO | 27/07/2019 16:42
Model berpose di atas motor Honda Genio saat diluncurkan di Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019. PT Astra Honda Motor memperkenalkan skuter matik (skutik) Honda Genio dengan mesin eSP 110cc dan rangka berteknologi eSAF (enhanced Smart Architecture Frame) yang di
Model berpose di atas motor Honda Genio saat diluncurkan di Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019. PT Astra Honda Motor memperkenalkan skuter matik (skutik) Honda Genio dengan mesin eSP 110cc dan rangka berteknologi eSAF (enhanced Smart Architecture Frame) yang didesain untuk generasi muda Indonesia. ANTARA

TEMPO.CO, Bandung - Honda melalui main dealer, PT Daya Adicipta Motora (DAM) menargetkan penjualan Honda Genio tembus 5 ribu unit per bulan di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Namun seperti yang disampaikan General Manager Motorcycle Sales, Marketing & Logistic DAM Lerri Gunawan, target tersebut merupakan gambaran penjualan minimum saja. DAM berharap penjualan lebih dari target.

"Sebenarnya 5 ribu unit itu kami targetkan minimal sih, kami berharap bisa menjual lebih besar lagi," ujarnya kepada wartawan, di Bandung, Sabtu 27 Juli 2019.

Harapan DAM untuk menjual lebih dari target yang ditentukan karena mereka percaya bahwa Honda Genio bukan produk yang menggantikan model yang sudah ada. Artinya motor merupakan pelengkap jajaran produk Honda yang sudah ada.

"Tetapi sebagai gambaran awal kenapa kami targetkan 5 ribu unit karena produk ini sebenarnya tidak me-replace produk yang sudah ada, jadi benar-benar produk baru yang mengisi market," kata Lerri.

Selain itu Honda Genio juga dipercaya dapat memperluas segmen dan menciptakan pasar baru motor matik Honda di pasar roda dua Indonesia khususnya di wilayah Jabar. Dengan mengincar konsumen generasi muda.

"Selain memang kami harapkan bisa memperluas pasar matik itu sendiri itu juga bisa menciptakan pasar baru, di segmen tadi anak muda berusia 16-26 tahun yang juga produk-produk yang agak berbeda dibanding prodik yang sudah ada sebelumnya," papar Lerri.

Dari target 5 ribu unit tadi, lanjut Lerri menjelaskan, wilayah yang akan menjadi kontributor terbesar ada enam kota, yakni Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, Cirebon, dan Karawang.

"Nah bicara 5 ribu tadi seperti yang diketahui bahwa kalau wilayah Jawa Barat, kontributor utamanya masih tetap dari area Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, Cirebon, serta Karawang. Jadi kontribusinya paling besar akan terbagi pada enam wilayah tersebut," lanjutnya:

"Untuk angkanya di kesempatan lainnya saya akan sampaikan," ujar Lerri.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT