Cina Pangkas Harga Eceran BBM, Simak Alasannya
TEMPO.CO | 12/06/2019 06:45
Petugas memasang Noozle Pertalite sebelum diluncurkan di SPBU Gandaria, Jakarta Timur, 23 juli 2015. Pertamina akan menyediakan 824 ton bahan bakar Pertalite. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Petugas memasang Noozle Pertalite sebelum diluncurkan di SPBU Gandaria, Jakarta Timur, 23 juli 2015. Pertamina akan menyediakan 824 ton bahan bakar Pertalite. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Beijing - Cina akan mengurangi harga eceran bahan bakar minyak (BBM), khususnya bensin dan solar mulai Rabu, 12 Juni 2019. Keputusan ini dikeluarkan pemerintah Cina pada Selasa, 11 Juni 2019, menyesuaikan harga minyak dunia terbaru.

Berdasarkan perubahan harga minyak internasional, harga eceran bensin dan solar akan berkurang masing-masing 465 yuan (sekitar Rp 957.807) dan 445 yuan (Rp 916.611) per ton. Ini adalah pemotongan terbesar tahun ini menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC). 

Baca juga: ESDM Belum Putuskan Kenaikan Harga BBM Shell, Ini Penyebabnya

Di bawah mekanisme penetapan harga saat ini, jika harga minyak mentah internasional berubah lebih dari 50 yuan (Rp 102.990) per ton dan tetap pada tingkat itu selama 10 hari kerja, harga produk minyak olahan seperti bensin dan solar di Cina akan disesuaikan. 

Dilansir China Daily, harga minyak mentah internasional merosot dalam beberapa hari terakhir. NDRC memperkirakan bahwa harga minyak jangka pendek akan dipengaruhi oleh lesunya prospek ekonomi dan potensi perpanjangan dalam pengurangan produksi oleh OPEC. 

Baca juga: Penggunaan BBM Tak Sesuai Standar Bisa Hanguskan Garansi Mobil

NDRC juga menuntut perusahaan minyak besar, termasuk China National Petroleum Corporation, China Petrochemical Corporation dan China National Offshore Oil Corporation, bekerja untuk memastikan pasokan yang stabil dan menerapkan kebijakan penetapan harga. 

Pemerintah setempat mengatakan akan memonitor efek dari mekanisme penetapan harga BBM saat ini dan melakukan perbaikan dalam menanggapi fluktuasi global.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT