Airbag Eksternal Mengurangi Cidera Pengemudi Hingga 40 Persen
TEMPO.CO | 09/06/2019 10:27
Airbag eksternal buatan ZF. Sumber:carscoops.com
Airbag eksternal buatan ZF. Sumber:carscoops.com

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan peralatan otomotif, ZF menghadirkan airbag eksternal pertama di dunia pada November 2018. Sejak itu, perusahaan terus menyempurnakan teknologi untuk mendekatkannya dengan versi produksi massal.

Baca Juga: Masalah Airbag, HPM Recall Honda Jazz dan Freed

ZF memamerkan demonstrasi prototipe untuk sistem airbag samping eksternal pra-kecelakaan di Memmingen, Jerman. Menurut perusahaan tersebut, tabrakan samping adalah salah satu jenis kecelakaan lalu lintas jalan yang paling berbahaya. Di Jerman saja, kecelakaan dari samping telah mengakibatkan hampir 700 kematian per tahun, hampir sepertiga dari semua kasus kematian.

Pemasok suku cadang mobil ini yakin prototipe airbag yang dikembangkannya dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mengurangi tingkat keparahan cidera penumpang hingga 40 persen. Hal tersebut karena airbag eksternal disebutkan mengurangi penetrasi atau tekanan saat tabrakan hingga 30 persen.

Prototipe ini menggunakan airbag samping eksternal yang digunakan milidetik sebelum tabrakan untuk memberikan zona crumple lateral tambahan. Untuk membuatnya bekerja, ZF telah menghubungkan airbag ke sistem sensor kendaraan dan algoritma yang dikembangkan yang mampu menentukan apakah kecelakaan akan segera terjadi dan memutuskan apakah akan menggunakan airbag atau tidak.

Tidak mengherankan, tantangan terbesar yang dihadapi ZF saat mengembangkan sistem ini adalah bagaimana mengenali tabrakan yang tak terhindarkan dan mengaktifkan airbag sisi eksternal sebelum tabrakan berlangsung. Sistem ini hanya memiliki waktu sekitar 150 milidetik untuk membuat keputusan untuk mengembangkan airbag - setara dengan waktu yang diperlukan mata seseorang untuk berkedip.

Baca Juga: Ini Penyebab Airbag Tak Mengembang Saat Kecelakaan

Tantangan lain adalah airbag memiliki kapasitas antara 280 dan 400 liter, lima hingga delapan kali volume airbag pengemudi. Itu berarti dibutuhkan lebih banyak waktu untuk mengisi angin.

Dengan menggunakan kamera, sensor dan lidar yang terhubung, sistem ini dapat mengidentifikasi dampak potensial, dengan algoritme dalam perangkat lunak yang memutuskan apakah tabrakan tidak dapat dihindari dan mengaktifkan airbag. Jika semua keputusan ini adalah afirmatif, sistem menyalakan inflator untuk mengisi airbag yang mengembang ke atas dari ambang samping untuk membentuk zona crumple tambahan di area pintu antara pilar A dan C.

CARSCOOPS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT