Ini Alasan Pasar Mobil Bekas Masih Menjanjikan
TEMPO.CO | 12/05/2019 03:12
Deretan mobil bekas yang dilelang di Tunas Auction, Jatisari, Jatiasih, Bekasi, 4 Februari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.
Deretan mobil bekas yang dilelang di Tunas Auction, Jatisari, Jatiasih, Bekasi, 4 Februari 2019. TEMPO/Wawan Priyanto.

TEMPO.CO, Jakarta - Potensi pasar mobil bekas masih luas dan memungkinkan untuk digarap lebih jauh lagi. Keluasan segmen seperti merek, jenis, hingga tahun produksi menjadi alasannya.

Baca: Mobil Bekas Wuling Tak Ada di Sentra WTC Mangga Dua, Penyebabnya..

Perusahaan rintisan Carro Indonesia yang menjadi fasilitator jual-beli mobil seken menilai saat ini terdapat sekitar 9 juta mobil bekas dan 1 juta mobil baru yang dioperasikan di Indonesia.

Country Chief Executive Officer PT Carro Indonesia, Alif Priyono mengatakan bahwa Carro memiliki pasar yang besar untuk digarap. "Minimal 50 persen dari mobil bekas atau sekitar 4,5 juta ditransaksikan dan Carro hadir untuk membantu memfasilitasi itu semua," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88, mengatakan bahwa sangat luasnya pasar mobil bekas maka pihaknya pun tidak mungkin merambah ke semua segmen tetapi hanya mobil dengan tahun produksi maksimal 8 tahun ke belakang. "Namun, kenyataannya yang kami punya rata-rata 3-5 tahun [tahun produksi ke belakang]," ujarnya di Jakarta, Kamis 9 Mei 2019.

Baca: Mau Beli Mobil Bekas, Begini Cara Mengetahui Pernah Kena Banjir

Segmen mobil yang paling diminati, lanjutnya, masih diduduki kendaraan serba guna (multi purposed vehicle/MPV) dengan persentase 43 persen. Kemudian compact car yang didalamnya ada LCGC (low cost green car) hingga hatchback mencapai 35 persen. Kemudian SUV (sport utility car) 16 persen dan sisanya sekitar 6 persen diisi sedan.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT