Tips Mengemudi Jarak Jauh Saat Kondisi Berpuasa
TEMPO.CO | 12/05/2019 03:20
Kendaraan pemudik arus balik berjalan merayap di jalur Pantura Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa 19 Juni 2018. Dialihkannya kendaraan dari gerbang keluar tol Weleri Kendal menuju jalur pantura menyebabkan terjadi kepadatan kendaraan di sej
Kendaraan pemudik arus balik berjalan merayap di jalur Pantura Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa 19 Juni 2018. Dialihkannya kendaraan dari gerbang keluar tol Weleri Kendal menuju jalur pantura menyebabkan terjadi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan jalur pantura nasional di kawasan Banyuputih Kabupaten Batang. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Umat muslim saat ini sedang menjalankan ibadah puasa. Meski menahan lapar dan haus namun saat berkendara harus tetap konsentrasi, termasuk masyarakat yang harus berkendara degan jarak jauh untuk menuju tempat kerja. Lantas bagaimana tips mengemudi jarak jauh baik motor maupun mobil saat kondisi puasa?

Dikatakan Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, pada dasarnya mengemudi saat puasa tidak jauh berbeda dengan saat tifak berpuasa. Karena pada prinsipnya pengemudi harus paham dan fokus menguasai kondisi dan kemampuan diri dalam mengontrol kendaraan.

Baca: Simak Tip Berkendara Untuk Perempuan dari Queenrides

"Paling terlihat adalah melemahnya kondisi fisik saat mengemudi, sehingga mempengaruhi moody, sebetulnya hal tersebut adalah mindset yang salah diletakan," ujarnya saat dihubungi Tempo, Sabtu 11 Mei 2019.

Yang harus dilakukan oleh pengemudi jarak jauh adalah mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum mengemudi. Selain itu pahami juga risiko yang ada termasuk kondisi cuaca, atau emosi karena orang lain.

"Tipsnya pertama tidur yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh. Lalu berdoa, sadari, jadikan mengemudi dan kondisi lalu lintas sebagai ujian dalam meningkatkan kualitas diri saat berpuasa," ujarnya. 

Baca: Tip Berkendara Hemat Bahan Bakar ala Mitsubishi, Simak Caranya

Yang tak kalah penting kata Sony, pengaturan waktu dan arah tujuan. Karena jika tidak maka energi akan terkuras, otomatis konsenterasi akan terganggu. Dan jangan lupa persiapkan kendaraannya.

"Semakin cepat sampai semakin hemat energy dgn mengHindari daerah-daerah yang berpotensi menghambat. Pastikan maksimal mengemudi 3 jam diselingi istirahat kurang lebih 20 menit," katanya.

"Cek dan persiapkan kendaraan secara berkala guna menunjang perjalanan nantinya," ujar Sony.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT