Ingin Koleksi Holden Tua? Ini Masalah Umum dan Cara Mengatasinya
TEMPO.CO | 12/05/2019 03:30
Holden Statesman 1975 milik Abenk, pemilik bengkel spesial Holden Omah Ijo Auto Work. Tempo/Pribadi Wicaksono
Holden Statesman 1975 milik Abenk, pemilik bengkel spesial Holden Omah Ijo Auto Work. Tempo/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, YogyakartaHolden menjadi salah satu mobil lawasan favorit yang sampai saat ini masih kerap terlihat di jalanan maupun berbagai event otomotif.

Namun yang jadi persoalan, seringkali Holden yang sebenarnya memiliki karakter mobil tangguh itu terbaikan sisi perawatannya.

"Nyawa Holden itu sebenarnya hanya di sektor pengapiannya, ini kerap diabaikan sehingga mobil itu rentan bermasalah," ujar pemilik bengkel spesialis Holden, Omah Ijo Auto Work Yogya Denny Ardiyan alias Abenk kepada Tempo Rabu 8 Mei 2019.

Sektor pengapian yang dimaksud Abenk antara lain busi, platina (jika belum diganti CDI), juga aki. Peran aki di Holden ini memegang posisi paling vital dibanding busi dan platinanya.

Baca: Holden Manis Bos Omah Ijo Ini Dihargai Setara Mitsubishi Xpander

"Akinya dia gede, tapi untuk busi dan platinanya perlakuannya 'ya cukup bersihin aja beres', itu letak masalahnya, orang terlanjur anggap Holden wanteg (kuat) lalu mengabaikan ," ujar pria yang sempat mengkoleksi 12 unit Holden aneka seri itu.

Abenk sering mengingatkan rekannya di komunitas Holdendiningrat, jika mobil tak dipakai sebaiknya aki dilepas. Sebab jika mobil posisi diam namun aki masih menempel, maka akan terus menyedot di area pengapiannya. Begitu mobil mau dihidupkan baru aki dipasang kembali.

Menurut Abenk, Holden sebenarnya mobil paling simpel perawatannya. Misalnya saat menempuh rute Yogya-Magelang dan kehabisan air radiator, sesaat memang mesin akan mati. Tapi cukup didiamkan lima-sepuluh menitan saja, ketika coba dihidupkan mesin kembali normal.

"Ngga ada ceritanya Holden ngolet-ngoletan (kadang hidup mati kadang mati)," ujarnya.

Bahkan, ujar Abenk, yang paling buruk pun, Holden diberi oli bekas saat waktunya ganti oli pun tak masalah.

Secara bahan bakar menurut Abenk Holden juga tak boros. Ia menyamakan konsumsi bahan bakar Holden hampir setara Toyota Kijang Innova.

Baca: Demam Monaro, Holden Super Langka Seharga Miliaran Rupiah

"Silahkan anggap Holden mobil kuat, tapi jangan sampai mengabaikan perawatan dasarnya terutama pengapian," ujarnya.

Bagaimanapun Holden mobil berumur, sehingga saat waktunha servis tidak dilupakan. Karena jika terus dibiarkan lama lama mesinnya juga jebol.

"Kalau sudah tiba masanya mogok, nah, baru pemilik kebingungan," ujarnya.

Selama 20 tahun bergelut dengan Holden, Abenk menuturkan Holden merupakan tunggangan yang masih enak buat harian. Beda dengan mobil lawas Amerikan-an.

Holden memiliki karakter mesin yang nyaman untuk jarak jarak pendek atau dalam perkotaan. Sedangkan mobil mobil Amerika baru terasa nyaman untuk langkah langkah panjang atau jarak jauh, jalan lebar dan tanpa banyak traffic light.

"Kompresinya mesin Holden juga beda, meski mengusung mesin yang lebih kecil kapasitasnya, tapi sekencang kencangnya mobil Amerika pakai manipol tetap kalah suaranya sama Holden," ujarnya.

Abenk nenyarankan, agar Holden juga enak dipakai harian dan mesin lebih awet, maka minimal seminggu sekali diajak jalan.

"Terutama setelah restorasi, jangan biarkan mobil dongkrok lama, pasti tak pernah rewel," ujarnya.

Efek mobil yang dongkrok terlalu lama, ujar Abenk, membuat mobil kerap bermasalah. Apalagi mobil tua.

"Kalau Holden itu rutin diajak jalan, pembakarannya juga akan relatif baik, pengapian juga bekerja, " ujarnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT