Mudik Lebih Nyaman, Ini Tips Agar Tidak Salah Pilih Head Unit
TEMPO.CO | 10/05/2019 07:46
Tampilan interior mobil Honda Jazz saat peluncuran di Jakarta, 26 Juli 2017. New Honda Jazz juga dilengkapi Head unit baru yang dilengkapi layar sentuh 8 inci dengan fitur panggilan telepon, audio bluetooth, serta audio mirroring. TEMPO/Amston Probel
Tampilan interior mobil Honda Jazz saat peluncuran di Jakarta, 26 Juli 2017. New Honda Jazz juga dilengkapi Head unit baru yang dilengkapi layar sentuh 8 inci dengan fitur panggilan telepon, audio bluetooth, serta audio mirroring. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Head unit saat ini sudah menjadi kebutuhan utama pada mobil yang dibutuhkan pengemudi ataupun penumpangnya, demi menjamin kenyamanan saat berkendara. Terutama saat perjalanan mudik lebaran yang segera tiba.

Bagi yang masih kurang paham agar tidak salah saat memilih head unit dan mendapatkan yang cocok, simak tipsnya.

Baca: Tip Merawat Audio Mobil Agar Tetap Awet

Marketing Manager Asuka TV, Albert Lim, mengatakan tentukan lebih dulu head unit yang sesuai dengan kebutuhan. Yang pertama konsumen harus memilih jenis perangkat penghubungnya lebih dulu. Lalu setelah itu, tentukan juga ukuran layar head unit. Jangan terlalu kecil juga besar. Kembali keawal pilih sesuai kebutuhan.

"Ketika mau ganti head unit pastikan yang sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya pertama mau pilih android atau tidak android itu klasifikasinya di sana," ujar Albert kepada wartawan beberapa waktu lalu, di JIExpo Kemayoran.

"Kedua setelah itu mau pilih layar berapa inci, jadi Android itu ada layar yang 10 inci, 9 inci, 7 inci, begitu pula yang Android," tambahnya.

Selain itu, fungsi dari head unit juga harus ditentukan mana yang sekiranya diperlukan dan cocok dengan jenis kendaraannya saat perjalanan jauh seperti mudik ke kampung halaman.

Baca: Pioneer Merilis Audio Mobil AVH-A215BT Bisa Terkoneksi 3 Ponsel

"Ngikutin jenis mobil juga, jadi misalnya mobil All New Avanza, tapi mau ganti (head unit) Andorid dan 9 inci. Fungsinnya apa, misal nonton TV, digital mirroring, bisa youtube. Dan misalnya bisa DVD," papar Albert.

"Atau nggak perlu TV nggak perlu head-onnya. Dari sana baru kita cari lagi dari kemampuan orang tapi terakhir orang melihat lagi dari kualitas layar dari prosesor pengoperasian gambar ketika disentuh,"


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT