Jasa Mengubah Angka Odometer Mobil Bekas Marak, Simak Biayanya
TEMPO.CO | 15/03/2019 09:35
Penjualan mobil bekas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Penjualan mobil bekas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Mengurangi angka jangkauan kilometer pada odometer mobil bekas kini menjadi trik penjual yang curang agar dagangannya cepat laku. Tak hanya itu, dengan angka odometer kecil harga jual mobil bekas pun bisa terkerek naik. Hanya saja praktek kecurangan tersebut merugikan konsumen dan pedagang yang jujur.

Baca: Awas Praktek Rekayasa Odometer Mobil Bekas, Begini Modusnya

Marketing Anov Auto Car di sentra penjualan mobil bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Redy M Rifai mengungkapkan modus praktek kecurangan itu denga mengubah angka kilometer di dashboard kendaraan untuk disesuaikan dengan catatan akhir buku record kendaraan dari terakhir kali pemiliknya keluar dari bengkel resmi.

"Contohnya, saat angka riil kilometer perjalanan mobil mencapai 100ribu lebih, pelaku bisa mencurangi dengan menggeser angka ke kilometer terendah sesuai catatan buku servis," katanya di Jakarta, Kamis 14 Maret 2019.

Baca: Alasan Pembeli Waspada Harga Mobil Bekas di Bawah Pasaran

Hal itu bisa digarap pelaku kejahatan dengan mencukil segel kilometer yang tertanam di bagian belakang stir kendaraan untuk memundurkan angka odometer sesuai catatan bengkel resmi. "Biasanya dilebihkan sedikit dari catatan buku bengkel resmi, berkisar 5-10 kilometer," katanya.

Ada juga pelaku yang menawarkan untuk mengurangi catatan kilometer pada odometer mobil bekas. Harga yang dipatok untuk odometer digital pun beragam, mulai Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta tergantung besaran angka yang akan ditampilkan.

Ada pula pelaku yang mematok harga per angka kendaraan odometer konvensional seharga Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per sekali putaran angka.

ANTARA

Baca: Tip Mengikuti Lelang Mobil Bekas, Ini yang Perlu Diperhatikan


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT