Awas Praktek Rekayasa Odometer Mobil Bekas, Begini Modusnya
TEMPO.CO | 15/03/2019 07:48
Penjualan mobil bekas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Penjualan mobil bekas. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Praktek manipulasi atau rekayasa jangkauan kilometer pada odometer mobil bekas masih banyak terjadi. Hal ini dilakukan agar cepat laku karena dinilai catatan kilometer masih rendah dan bisa menaikkan harga jual. Hanya saja praktek kecurangan tersebut merugikan konsumen dan pedagang yang jujur.

Baca: Mau Beli Mobil Bekas, Begini Cara Mengetahui Pernah Kena Banjir

Marketing Anov Auto Car di sentra penjualan mobil bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Redy M Rifai mengungkap sejumlah trik oknum pedagang yang merekayasa catatan kilometer mobil bekas untuk memikat konsumen yang kurang teliti.

"Modusnya mengubah angka kilometer di dashboard kendaraan untuk disesuaikan dengan catatan akhir buku record kendaraan dari terakhir kali pemiliknya keluar dari bengkel resmi," katanya di Jakarta, Kamis 14 Maret 2019.

Contohnya, saat angka riil kilometer perjalanan mobil mencapai 100ribu lebih, pelaku bisa mencurangi dengan menggeser angka ke kilometer terendah sesuai catatan buku servis.

Simak: Banyak Kasus Penipuan, Ini Tips Membeli Mobil Bekas Aman ala OLX

Hal itu bisa digarap pelaku kejahatan dengan mencukil segel kilometer yang tertanam di bagian belakang stir kendaraan untuk memundurkan angka odometer sesuai catatan bengkel resmi. "Biasanya dilebihkan sedikit dari catatan buku bengkel resmi, berkisar 5-10 kilometer," katanya.

Belakangan modusnya kian canggih, seiring teknologi mobil dengan tampilan odometer yang digital. Praktik seperti ini bisa dinyatakan sebagai tindak kriminal karena berpotensi membahayakan konsumen saat tengah berkendara. Tindak kejahatan itu sebenarnya bisa dijerat dengan Undang-Undang Konsemen ataupun dengan KUHP pasal penipuan.

Baca: Cara Situs Garasi Agar Pembeli Tak Tertipu Mobil Bekas

Ratusan pedagang mobil bekas pada sentra terbesar se-Asia Tenggara itu telah bersepakat untuk menghindari kecurangan tersebut. "Sanksinya jelas, pedagang curang akan didepak keluar dari WTC Mangga Dua karena sudah mencoreng nama baik sentra ini," kata Redy.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT